Pasangan Indonesia mencapai final sebelum kalah dari wakil Thailand, Teerasak Phiarthanee dan Comsan Singpirom, dengan skor 147–150.
Hasil tersebut menjadi medali perak pertama Indonesia dari cabang para panahan sepanjang keikutsertaan dalam Asian Para Games, sekaligus menandai penampilan pertama Indonesia pada nomor ganda putra compound di ajang tersebut.
Sehari berikutnya, Ken kembali meraih perak bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly pada nomor beregu campuran compound. Pasangan Indonesia kalah dari wakil India, Sheetal Devi dan Toman Kumar, dengan skor 148–151 pada partai final, Kamis (22/10/2026).
Roy Agustinus Soselisa Wakil Sekretaris NPCI Provinsi Jawa Timur mengatakan, pencapaian Maulana dan Ken perlu menjadi pijakan untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur.
“Rekor Maulana dan pencapaian bersejarah Ken harus menjadi pijakan pembinaan olahraga prestasi di Jawa Timur. Prestasi tidak cukup dibangun melalui intensitas latihan semata, tetapi membutuhkan penerapan ilmu keolahragaan secara konsisten agar proses pembinaan lebih terukur, potensi atlet berkembang optimal, dan prestasi yang diraih dapat terus berkelanjutan,” kata Roy.
NOW ON AIR SSFM 100

