Senin, 13 Juli 2026

FIFA dan FIFPRO Bahas Standar Baru Pertandingan di Tengah Cuaca Ekstrem Piala Dunia 2026

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Thomas Tuchel pelatih tim nasional Inggris memberikan instruksi dalam pertandingan lawan orwegia di Miami pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB. Foto: AFP

FIFA dan serikat pemain sepak bola dunia (FIFPRO) terus melakukan pembahasan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026 menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dihadapi para pemain.

Menurut laporan ESPN, kedua organisasi tengah berdialog untuk menyusun protokol yang lebih jelas mengenai batas aman pertandingan saat suhu dan tingkat kelembapan berada pada level berbahaya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi acuan resmi bagi turnamen internasional pada masa mendatang.

Isu tersebut kembali mencuat setelah laga perempat final antara Inggris melawan Norwegia di Miami pada Minggu (12/7/2026) pagi WIB, berlangsung dalam kondisi cuaca yang sangat panas.

Saat pertandingan dimulai, suhu udara di dalam stadion tercatat mencapai 33 derajat Celsius. Namun, suhu yang dirasakan pemain atau “feels like temperature” mencapai sekitar 45 derajat Celsius.

Yang menjadi perhatian utama bukan hanya suhu udara, melainkan nilai Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), yaitu indikator yang mengukur kombinasi suhu, kelembapan, radiasi matahari, dan kecepatan angin untuk menentukan tingkat risiko panas terhadap aktivitas fisik.

Pada laga tersebut, WBGT tercatat sebesar 31,1 derajat Celsius. Angka itu jauh melampaui ambang batas 28 derajat Celsius yang selama ini direkomendasikan FIFPRO sebagai batas maksimal sebelum pertandingan ditunda atau dijadwalkan ulang.

Meski demikian, hingga kini FIFA dan FIFPRO belum memiliki kesepakatan resmi mengenai batas WBGT yang wajib diterapkan dalam pertandingan internasional.

Sesuai regulasi FIFA saat ini, pertandingan wajib dihentikan sementara selama tiga menit untuk memberikan kesempatan pemain melakukan pendinginan dan hidrasi apabila WBGT mencapai 32 derajat Celsius atau lebih.

Sementara itu, apabila WBGT berada pada kisaran 27 hingga di bawah 32 derajat Celsius, ofisial pertandingan dapat mengajukan cooling break secara sukarela.

Pembahasan mengenai keselamatan pemain sebenarnya telah dimulai sejak penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub tahun lalu.

Saat itu, FIFA memutuskan menjadwalkan lebih banyak pertandingan pada stadion berpendingin udara untuk mengurangi risiko paparan panas ekstrem.

Kebijakan tersebut juga diterapkan pada babak semifinal Piala Dunia 2026. Kedua pertandingan dijadwalkan berlangsung di stadion berpendingin udara di Dallas dan Atlanta dengan waktu kick-off pukul 15.00 waktu setempat. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
28o
Kurs