Hasil itu menempatkan Indonesia di peringkat keempat klasemen kategori youth, di bawah Taiwan, Malaysia, dan Hong Kong China. Indonesia mencapai posisi tersebut meski hanya menurunkan dua atlet muda.
“Yang lebih membanggakan, atlet-atlet muda kita juga mampu mempersembahkan medali emas meski hanya berangkat dengan dua atlet. Ini menunjukkan kualitas pembinaan yang kita miliki,” ujar Aang.
Menurut Aang, keberhasilan di Malaysia menjadi modal untuk menjaga prestasi Indonesia pada berbagai kompetisi internasional sekaligus memperkuat regenerasi atlet woodball.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pemerintah, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia,” katanya.
Setelah mengikuti kejuaraan dunia tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia Open 2026 di Lapangan Cricket Udayana, Bali, pada 18-23 Agustus 2026. (ant/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

