Indonesia menjadi juara umum kategori Senior World Cup Woodball Championship 2026, setelah meraih empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu.
Kejuaraan tersebut berlangsung pada 24-30 Juli 2026, di Perlis, Malaysia.
Perolehan itu menempatkan Indonesia finis di puncak klasemen akhir, mengungguli tuan rumah Malaysia dengan dua emas, tujuh perak, dan satu perunggu. Taiwan menempati posisi ketiga setelah mengumpulkan dua emas, satu perak, dan empat perunggu.
“Hasil ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama woodball dunia. Menjadi juara umum di World Cup tentu bukan hal yang mudah karena kami menghadapi negara-negara terbaik,” kata Aang Sunadji Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA) dalam keterangan resminya, Rabu (29/7/2026).
Mengutip Antara, Moh. Habibullah menyumbangkan emas dari nomor Stroke Competition Men Single. Dia juga meraih emas bersama Ahmad Yopi Solpianda pada Fairway Competition Men Double.
Medali emas lainnya dipersembahkan Bibit Setyaningati dan Ika Yulianingsih dari Fairway Competition Women Double.
Tim Putra Indonesia juga menjadi yang terbaik pada nomor fairway. Tim tersebut diperkuat Eka Candra Aprilyanto, Moh. Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda.
Dua medali perak Indonesia diraih Ika Yulianingsih pada Stroke Competition Women Single serta pasangan Nur’izza Nova Mindayati dan June C Ardiningrum pada Fairway Competition Women Double.
Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan tim putri nomor stroke yang beranggotakan Laily Aprilya Maulidiana, Nur’izza Nova Mindayati, June C Ardiningrum, Dwi Tiga Putri, Ika Yulianingsih, dan Bibit Setyaningsih.
Indonesia juga membawa pulang satu medali emas dari kategori youth melalui pasangan Zukhfura Jasminne Verinda dan Leandra Aliyyah Dahayu.
Hasil itu menempatkan Indonesia di peringkat keempat klasemen kategori youth, di bawah Taiwan, Malaysia, dan Hong Kong China. Indonesia mencapai posisi tersebut meski hanya menurunkan dua atlet muda.
“Yang lebih membanggakan, atlet-atlet muda kita juga mampu mempersembahkan medali emas meski hanya berangkat dengan dua atlet. Ini menunjukkan kualitas pembinaan yang kita miliki,” ujar Aang.
Menurut Aang, keberhasilan di Malaysia menjadi modal untuk menjaga prestasi Indonesia pada berbagai kompetisi internasional sekaligus memperkuat regenerasi atlet woodball.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, pemerintah, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan doa dan dukungan. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus membawa Merah Putih berkibar di panggung dunia,” katanya.
Setelah mengikuti kejuaraan dunia tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia Open 2026 di Lapangan Cricket Udayana, Bali, pada 18-23 Agustus 2026. (ant/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

