Sementara itu, Roy Pandu Widjojo cucu pendiri ITF Widjojo Soejono mengatakan bahwa turnamen tersebut tetap menjadi bagian dari upaya menjaga warisan almarhum Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono untuk memberikan kesempatan atlet-atlet junior Indonesia bertanding di level internasional.
“Jadi kita syukuri adanya, kita tetap support. Kita masih diberikan kesempatan, kesehatan juga untuk tetap melanjutkan turnamen ini sesuai marwahnya,” kata Roy.
Seperti diketahui, Turnamen ITF Junior Widjojo Soejono ke-43 digelar di sejumlah lapangan tenis di Surabaya, yakni Lapangan Tenis Makodam V/Brawijaya, Lapangan Tenis Kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Lapangan Tenis Marinir Gunung Sari, Lapangan Tenis PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, dan Lapangan Tenis Perumahan Pratama Wiyung.
Kejuaraan tersebut diikuti oleh 570 atlet, terdiri dari 420 atlet Tenis Daerah Pendukung (TDP) dan 150 atlet ITF dari 20 negara di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Belgia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Taipei, India, Fiji, Australia, Thailand, Belanda, Vanuatu, Malaysia, Yunani, Irlandia, Prancis, dan Filipina.
Pertandingan meliputi nomor tunggal dan ganda untuk kelompok usia 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun putra-putri, serta kelompok usia 18 tahun putra-putri untuk kategori internasional. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

