Persiapan tim juga diperkuat dengan kehadiran Gabriella Kota pelatih asal Hungaria. Kota didatangkan untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan teknis kepada para atlet Indonesia selama menjalani Pelatnas.
Harry menjelaskan, pembinaan teknis atlet menjadi tanggung jawab pengurus cabang olahraga, manajer, dan pelatih. Sementara tim CdM dan NOC Indonesia akan memberikan dukungan dari sisi nonteknis.
“Kami dari NOC Indonesia maupun tim CDM sifatnya adalah membantu atlet-atlet yang akan bertanding nanti dari segi nonteknis,” jelasnya.
Dukungan nonteknis tersebut mencakup berbagai kebutuhan atlet selama mengikuti Asian Games, mulai dari keberangkatan, akomodasi, transportasi hingga kebutuhan makanan.
Harry menyebut Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 akan diperkuat 432 atlet dan 148 official. Dari jumlah tersebut, lima atlet berasal dari cabang olahraga teqball.
Ia juga berharap pelaksanaan Pelatnas teqball di Surabaya dapat berjalan optimal sehingga para atlet memiliki kesiapan yang matang saat tampil di Asian Games 2026. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

