Komite Paralimpiade Indonesia Provinsi Jawa Timur (NPCI Jatim) mulai mengubah pola pembinaan atlet disabilitas melalui penerapan kelompok usia pada cabang olahraga para atletik dalam Kejuaraan Paralimpiade Provinsi Jawa Timur (Keparprov Jatim) 2026.
Untuk pertama kalinya, peserta para atletik dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni 10–19 tahun dan 20–35 tahun.
Kebijakan ini dirancang agar kompetisi tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi bagian dari jalur pembinaan dan regenerasi atlet disabilitas Jawa Timur.
Keparprov Jatim 2026 mempertandingkan para atletik dan bola voli duduk dengan melibatkan atlet serta ofisial dari 35 kabupaten/kota di Jawa Timur. Pertandingan berlangsung di lingkungan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu (19/9/2026).
Imam Kuncoro Ketua NPCI Jatim mengatakan, pembagian kelompok usia menjadi langkah penting untuk memastikan pembinaan atlet berjalan secara berkelanjutan.
“Pembinaan olahraga tidak cukup hanya memikirkan siapa yang mampu bertanding hari ini. Kita juga harus memikirkan siapa yang akan membawa Jawa Timur lima atau sepuluh tahun yang akan datang,” kata Imam.
Menurut Imam, pembatasan usia bukan sekadar mekanisme untuk mengelompokkan peserta dalam pertandingan.
Kebijakan tersebut juga dimaksudkan untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih terarah bagi atlet muda agar dapat berkembang sejak usia pelajar.
Kelompok usia 10–19 tahun sekaligus melanjutkan program pencarian bibit atlet disabilitas “Mendobrak Batas” yang sebelumnya telah dijalankan NPCI Jatim.
Melalui program tersebut, NPCI Jatim ingin memastikan atlet usia pelajar memiliki kesempatan bertanding secara rutin.
Selama ini, salah satu ajang kompetisi bagi atlet pelajar disabilitas adalah Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) yang digelar dua tahun sekali.
“Bakat tidak cukup ditemukan. Bakat harus diberi ruang untuk bertumbuh. Kompetisi menjadi bagian penting agar atlet muda memperoleh pengalaman, belajar menghadapi tekanan pertandingan, sekaligus mengetahui perkembangan hasil latihannya,” ujar Imam.
Sementara itu, cabang bola voli duduk dalam Keparprov Jatim 2026 tetap mempertandingkan atlet tanpa pembagian kelompok usia.
NPCI Jatim menyesuaikan pola pembinaan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.
Bola voli duduk juga menjadi salah satu cabang yang telah menjadi jalur atlet Jawa Timur menuju kompetisi internasional.
Dua atlet Jawa Timur sebelumnya memperkuat Indonesia dan meraih medali perak pada ASEAN Para Games di Thailand.
Dua atlet Jawa Timur dari cabang yang sama juga baru kembali setelah mengikuti single event di Rusia.
Selain itu, delapan atlet Jawa Timur saat ini menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menghadapi Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Roy Agustinus Soselisa Penanggung Jawab Keparprov Jatim 2026 mengatakan, hasil kompetisi tingkat provinsi seharusnya tidak berhenti pada penentuan peringkat dan perolehan medali.
Menurut dia, hasil pertandingan perlu dikembalikan kepada masing-masing daerah untuk menjadi bahan evaluasi pembinaan, mulai dari pemetaan atlet hingga peningkatan kualitas pelatih dan fasilitas olahraga.
“Kejuaraan akan kehilangan maknanya apabila setelah pertandingan selesai, pembinaan ikut berhenti. Hasil Keparprov harus menjadi bahan bagi daerah untuk membaca siapa atlet yang perlu dibina lebih lanjut, nomor pertandingan yang perlu dikembangkan, kapasitas pelatih yang perlu ditingkatkan, serta sarana yang masih harus diperjuangkan,” kata Roy.
Roy mengatakan arah tersebut sesuai dengan kerangka pembinaan yang telah dirumuskan NPCI Jatim melalui Rapat Kerja Daerah.
Kerangka itu menempatkan sarana dan prasarana sebagai fondasi, pembinaan sebagai proses, serta organisasi sebagai sistem.
Dari sisi hasil pertandingan, Kota Kediri keluar sebagai juara umum Keparprov Jatim 2026. Kota Kediri mengumpulkan sembilan medali emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Kabupaten Sidoarjo berada di posisi kedua dengan delapan emas, lima perak, dan tiga perunggu. Kabupaten Gresik menempati posisi ketiga dengan tujuh emas, lima perak, dan tiga perunggu. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

