Minggu, 23 Agustus 2026

KONI Jatim Dorong Sport Intelligence untuk Tingkatkan Prestasi Atlet

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - M. Nabil Ketua KONI Jatim bersama Joshua Kandou atlet karate peraih medali emas SEA Games 2025 di Thailand, dalam pembukaan Kejurprov Karate INKAI Jatim di GOR Pancasila, Surabaya pada Sabtu (17/1/2026). Foto: Istimewa

Namun, ia menegaskan setiap kemenangan harus diraih melalui proses yang sportif dan sesuai dengan nilai-nilai olahraga.

“Alat ukur olahraga sukses itu bukan di penataan saja tapi ujung-ujungnya ada di prestasi. Karena itu bagaimana kita menghasilkan prestasi dengan cara-cara yang terhormat. Cara yang terhormat itu metodologinya, mekanismenya, latihannya juga pada saat pertandingannya. Tidak ada cara-cara yang lain karena itu akan bertentangan dengan filosofi sport. Sportif itu kan terbuka, jujur atau adil,” ujarnya.

Nabil menjelaskan konsep sport intelligence mencakup identifikasi kemampuan atlet sendiri, pemetaan kekuatan lawan, hingga penyusunan strategi berdasarkan analisis data. Meski hasil pertandingan juga dipengaruhi faktor keberuntungan, menurutnya keberhasilan harus diawali dengan perencanaan yang matang.

“Tentu terhormat itu apa? Dia keahlian, dia kemampuan, yang mengidentifikasi kemampuan diri, mengidentifikasi kemampuan lawan, kemudian di situ ada sebuah kesimpulan. Memang ujung-ujungnya pada akhirnya pada saat di pertandingan memang ada sebuah aspek keberuntungan dan keberhasilan,” katanya.

Ia menambahkan proses pembinaan harus dimulai dari rekrutmen atlet dan pelatih berbasis data, program latihan yang terukur, uji tanding, hingga penguatan mental dan spiritual atlet.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
28o
Kurs