Rabu, 8 Juli 2026

KONI Pusat Sebut Sport Intelligence Bantu Atlet Membaca Kekuatan Lawan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat bersama Nurhasan Rektor Unesa di sela bedah buku "Sport Intelligence" di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, Selasa (7/7/2026). Foto: Shava suarasurabaya.net

KONI Pusat menilai penerapan sport intelligence menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing atlet Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis data dan analisis, atlet dan pelatih dapat mempelajari kekuatan lawan secara lebih komprehensif sehingga strategi menghadapi pertandingan dapat disiapkan dengan lebih matang.

Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat mengatakan konsep tersebut menjadi salah satu fokus dalam bedah buku Sport Intelligence yang digelar bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Selasa (7/7/2026).

“Kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan bedah buku Sport Intelligence. Intinya adalah meningkatkan kualitas kolaborasi sekaligus membekali pelaku olahraga, baik pimpinan cabang olahraga, pelatih maupun atlet, agar mampu membaca kekuatan lawan secara akademik sehingga kita bisa mempersiapkan strategi menghadapi mereka,” kata Marciano.

Menurutnya, kemampuan membaca kekuatan lawan tidak hanya terbatas pada aspek teknis pertandingan.

Sport intelligence juga mendorong analisis yang lebih luas terhadap pola latihan, sistem pembinaan, hingga dukungan pemerintah dan perguruan tinggi terhadap negara atau daerah yang menjadi pesaing.

“Yang dipelajari bukan hanya kekuatan lawan, tetapi juga cara mereka berlatih, dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga, hingga kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak prestasi,” ujarnya.

Marciano menilai kemampuan tersebut perlu dimiliki seluruh pemangku kepentingan olahraga, mulai dari pengambil kebijakan, KONI di tingkat pusat hingga daerah, sampai pengurus cabang olahraga.

Dengan dukungan akademisi, sport intelligence diharapkan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif sehingga target prestasi olahraga nasional dapat tercapai.

Sementara itu, M. Nabil Ketua KONI Jawa Timur menegaskan bahwa sport intelligence bukan sekadar proses pengumpulan data, tetapi merupakan bagian penting dalam sistem pembinaan olahraga yang berorientasi pada prestasi.

“Sport intelligence menjadi bagian penting dalam metodologi penggalian data, pengelolaan data, dan penyusunan kebijakan. Namun pada akhirnya, tujuan utamanya adalah menghasilkan prestasi,” ujar M. Nabil.

Ia menambahkan, keberhasilan sport intelligence tidak hanya diukur dari kemampuan menganalisis lawan, tetapi juga dari kualitas perencanaan pembinaan atlet, mulai dari rekrutmen, program latihan, try out, hingga penguatan mental. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 8 Juli 2026
25o
Kurs