“Kami harus beradaptasi sebagai sebuah tim dalam situasi seperti ini. Kami harus tahu situasi-situasi tersebut bisa terjadi,” katanya.
Masalah tersebut kembali terlihat ketika Newcastle mencetak gol keduanya. Iraola menilai Liverpool sebenarnya sudah memiliki jumlah pemain yang cukup untuk bertahan, tetapi gagal melakukan antisipasi pada momen awal serangan.
“Gol kedua kami lebih baik dalam hal jumlah pemain untuk bertahan, tetapi kami tidak melakukan pelanggaran atau menghadapi tantangan pertama. Ini bukan hanya karena satu orang yang bermain di sana. Ini sesuatu yang harus kami perbaiki bersama banyak pemain,” jelasnya.
Kerapuhan saat menghadapi serangan balik menjadi perhatian tersendiri bagi Liverpool. Newcastle mencetak dua gol melalui fast break dalam pertandingan tersebut. Ini menjadi kali pertama Liverpool kebobolan dua gol dari serangan cepat dalam satu pertandingan sejak Agustus tahun lalu.
Di sisi lain, Iraola masih memiliki sejumlah hal positif dari pertandingan tersebut. Pemain pengganti seperti Ronald Araújo dan Víctor Muñoz memberikan dampak setelah masuk lapangan.

NOW ON AIR SSFM 100

