Enzo Maresca nakhoda Manchester City belum menentukan secara lengkap susunan kelompok kepemimpinan tim untuk musim 2026/2027.
Ia memilih menunggu hingga bursa transfer musim panas ditutup karena komposisi skuad The Citizens masih berpotensi berubah.
Situasi tersebut tidak lepas dari kemungkinan hengkangnya sejumlah pemain senior. Bernardo Silva, yang menjadi kapten Manchester City musim lalu, telah meninggalkan klub.
Sementara itu, Rodri juga dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona yang disebut tengah mempertimbangkan tawaran baru untuk gelandang asal Spanyol tersebut.
Jika Rodri benar-benar pergi, Manchester City praktis hanya menyisakan Rúben Dias dan Erling Haaland dari kelompok kepemimpinan sebelumnya.
Maresca mengatakan saat ini Dias dan Haaland menjadi dua pemain yang berada dalam kelompok tersebut. Namun, ia masih akan menunjuk dua pemain lainnya setelah mengetahui komposisi akhir skuad.
“Saat ini ada Rúben dan Erling, dan saya ingin menunggu hingga akhir jendela transfer dan memilih dua pemain lagi,” kata Maresca dilansir dari ESPN.
Rúben Dias menjadi kandidat terkuat untuk mengenakan ban kapten. Bek asal Portugal itu telah menjadi bagian dari kelompok kepemimpinan Manchester City sejak 2021 dan dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
“Ruben telah menunjukkan selama waktunya di klub ini bagaimana dia sebagai pemain, dalam hal kepemimpinan,” ujar Maresca.
Maresca menegaskan status kapten bukan berarti seorang pemain memperoleh keistimewaan lebih besar. Sebaliknya, pemain yang dipercaya sebagai pemimpin harus memikul tanggung jawab lebih besar dibandingkan rekan-rekannya.
“Penting bagi kapten dan pemimpin untuk mengetahui bahwa alasan mereka menjadi kapten adalah karena saya mengharapkan lebih banyak dari mereka. Bukan karena saya memberi mereka lebih banyak kebebasan atau keuntungan. Justru sebaliknya, kelompok kepemimpinan dan kapten harus menunjukkan lebih banyak dan memberi lebih banyak daripada yang lain,” katanya.
Sementara itu, peluang Haaland menjadi kapten belum sepenuhnya jelas. Maresca mempertimbangkan karakter penyerang asal Norwegia tersebut yang dalam pertandingan kerap menjadi pemain yang perlu dipanggil untuk membahas taktik, termasuk ketika melakukan selebrasi gol.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Manchester City masih memiliki sejumlah opsi internal untuk melengkapi kelompok kepemimpinan.
Marc Guéhi, Joško Gvardiol, dan Phil Foden termasuk nama yang dapat dipertimbangkan. Foden sendiri sebelumnya telah menyatakan ketertarikannya untuk mengambil peran lebih besar di ruang ganti.
Jika Rodri meninggalkan Etihad Stadium, Manchester City juga berpotensi kembali mempertimbangkan gelandang Chelsea, Enzo Fernández. Pemain asal Argentina itu merupakan bagian dari kelompok kepemimpinan di Stamford Bridge.
Masa depan Rodri sekaligus dapat memengaruhi aktivitas transfer Manchester City hingga penutupan bursa.
Sejumlah laporan menyebut Barcelona masih berupaya mendapatkan gelandang tersebut, sementara City harus memastikan keseimbangan skuad sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

