Koordinasi juga dilakukan bersama penyelenggara untuk mengidentifikasi bagian rute yang masih butuh perbaikan, terutama jalan berlubang, permukaan jalan bergelombang, serta penerangan yang kurang memadai.
Herry menekankan keselamatan peserta jadi perhatian karena kegiatan lari dimulai sejak pagi, ketika kondisi jalan belum sepenuhnya terang. “Jangan sampai nanti ada yang lari karena itu pagi ya, jam 04.00 WIB mungkin, juga suasananya belum begitu terang, ada sedikit saja bergelombang atau lubang, itu juga akan membahayakan pelari,” katanya.
Selain itu, koordinasi dengan dishub juga dilakukan karena Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 dilaksanakan pada hari Minggu. Yang mana, juga ada pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Tunjungan yang dilalui rute Soerabaja 10K.
“Termasuk yang juga nanti apabila ada car free day. Apabila itu dilintasi, kita juga akan sosialisasikan. Jangan sampai Tunjungan misalnya jika dilalui itu artinya yang di jalan tunjungan harus disterilkan,” katanya.
Selain kesiapan infrastruktur, Pemkot juga mendorong penyelenggaraan Soerabaja 10K ini sebagai bagian dari pengembangan Surabaya sebagai wisata olahraga atau sport tourism.

NOW ON AIR SSFM 100

