Persebaya Surabaya akan mengenakan pita hitam serta mengheningkan cipta sebelum kick off Anniversary Game ke-99 melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, pada Minggu (19/7/2026).
Ram Surahman Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) mengatakan, hal tersebut akan dilakukan untuk memberi penghormatan terakhir sekaligus mengirimkan doa untuk Almarhum Andie “Peci” Kristianto salau satu pentolan Bonek yang telah berpulang pada Jumat (10/7/2026).
“Kami ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Cak Andie atas segala dedikasi, pengorbanan, dan kecintaannya kepada Persebaya. Pita hitam dan mengheningkan cipta menjadi simbol rasa hormat sekaligus doa dari seluruh keluarga besar Persebaya untuk beliau,” katanya.
Persebaya juga sedang menyiapkan bentuk penghormatan khusus untuk mengenang sosok Andie Peci berupa pemutaran film pendek yang mengisahkan perjalanan dan perjuangan Andie Peci melalui videotron Stadion GBT Surabaya.
Selain itu, Persebaya juga berencana menghadirkan wall of condolences yang dapat menjadi ruang bagi Bonek, Bonita, dan seluruh elemen keluarga besar Persebaya untuk menyampaikan pesan, doa, serta ungkapan belasungkawa.
Sebuah kursi di area VIP Stadion GBT juga akan dikhususkan untuk pemasangan foto Andie Peci sebagai simbol bahwa sosoknya akan selalu memiliki tempat istimewa dalam perjalanan Persebaya.
Penghormatan tersebut, kata dia, menjadi wujud rasa terima kasih dan penghargaan kepada sosok yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Persebaya. Ia menegaskan, Green Force tidak akan melupakan sosok yang turut menjaga nyala perjuangan klub hingga tetap berdiri kokoh sampai hari ini.
“Kami sangat berduka atas kepergian Cak Andie. Beliau adalah sosok yang memiliki kecintaan luar biasa kepada Persebaya. Banyak kontribusi dan perjuangan yang telah beliau berikan untuk klub ini, terutama pada masa-masa sulit yang pernah dilalui Persebaya,” ucapnya.
Ram mengenang, saat klub menghadapi masa-masa sulit akibat konflik dualisme dan kehilangan status keanggotaan di PSSI, Andie Peci menjadi salah satu sosok yang berada di garis depan bersama elemen-elemen Bonek lainnya untuk memperjuangkan kembalinya Persebaya ke kompetisi resmi.
Saat Persebaya tidak diakui federasi dan harus menjalani masa ketidakpastian, ia mengatakan bahwa kecintaan Andie Peci terhadap Green Force tidak pernah surut. Bersama banyak pihak, Andie terus mengawal perjuangan hingga akhirnya Persebaya kembali mendapatkan pengakuan dan bisa berlaga di kompetisi resmi pada 2017.
Ram mengatakan, Andie Peci merupakan figur yang selalu memegang teguh prinsip dan keyakinannya dalam memperjuangkan apa yang dianggap benar demi masa depan Persebaya.
“Beliau dikenal sebagai pribadi yang berintegritas, berani menyuarakan kebenaran, dan memiliki kepedulian besar terhadap Persebaya. Semangat serta dedikasi yang ditunjukkan selama ini akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah klub,” tambahnya.
Seperti diketahui, Andie Peci menghembuskan napas terakhir di RSUD dr. Mohamad Soewandhie, Surabaya, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.15 WIB. Jenazah pria yang juga Sekjen Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) itu dimakamkan di Desa Manisrejo, Madiun, tempat kelahirannya.(ris/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

