“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperbanyak kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang merugikan Persebaya dan Surabaya,” kata Azrul.
Salah satu contoh yang disoroti adalah penggunaan flare di stadion. Pelanggaran tersebut dapat membuat klub menerima sanksi denda dengan nilai yang tidak sedikit.
Azrul menyebut denda paling ringan untuk pelanggaran flare dapat mencapai sekitar Rp50 juta. Nilai tersebut dinilai akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk kegiatan sosial maupun pengembangan sepak bola.
Persebaya bahkan membandingkan besaran denda itu dengan kebutuhan operasional Bonek Panti, komunitas suporter yang mengelola panti asuhan.
Dengan kebutuhan sekitar Rp13 juta per bulan, Rp50 juta setara dengan biaya operasional selama kurang lebih empat bulan.

NOW ON AIR SSFM 100

