“Ya usahakan, ya. Tak bisa harapan tanpa langkah-langkah nyata, tanpa persiapan-persiapan nyata, itu akan jadi harapan terus. Gitu, ya. Tentu Bapak bertanya bagaimana, ya saya jawab gitu. Kita kan membuat harapan menjadi kenyataan. Kalau ada yang kurang, pasti, tidak ada yang sempurna. Kita perbaiki,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa setiap penyelenggaraan Piala Presiden selalu dievaluasi agar kualitas turnamen terus meningkat.
Panitia, kata dia, juga terbuka terhadap berbagai masukan lain selain kehadiran suporter, seperti pengaturan jadwal pertandingan, aspek hospitality, transportasi, penginapan, konsumsi, hingga keamanan.
Ia mencontohkan penyelenggaraan fase grup di Surabaya yang menurutnya berlangsung aman, bersih, dan nyaman. Berbagai masukan yang diterima, kata dia, akan menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan turnamen berikutnya.
“Kita harus juga mau menerima masukan, termasuk kritik. Karena tak ada yang sempurna. Dan kritik itu jangan cuma didengarkan, tapi diperbaiki,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

