Minggu, 1 Februari 2026

Proliga Bakal Terapkan Salary Cap untuk Pemain Lokal dan Asing

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia mengalahkan Bandung bjb Tandamata dengan skor 3-0 (25-14, 31-29, 25-23) di GOR Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Minggu (25/1/2025) malam. Foto: Humas Proliga

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi Proliga menjadi kompetisi yang lebih profesional dan kompetitif. Salah satu agenda utama yang sedang digodok adalah penerapan batasan gaji atau salary cap bagi pemain lokal maupun pemain asing.

Reginald Nelwan Wakil Ketua III PBVSI menjelaskan, kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan finansial di antara klub-klub peserta.

Selain itu, salary cap penting untuk memastikan bahwa anggaran klub tidak hanya terserap oleh pemain asing, sehingga apresiasi terhadap pemain lokal tetap terjaga secara adil.

“Salary cap memang kita akan buat. Kita nanti akan buat pengelompokan. Jadi untuk pemain lokal maupun asing. Bilainya sedang dibahas berapa per bulan yang wajar untuk pemain lokal dan asing. Biar Bukan membatasi sebenarnya, biar tidak jomplang antara pemain lokal dan asing,” ujar Reginald ketika ditemui di Gresik, Jawa Timur.

Dalam skema yang direncanakan, total pengeluaran gaji untuk pemain lokal dan asing akan memiliki batas maksimal tertentu yang harus dipatuhi oleh setiap manajemen klub. Reginald menekankan bahwa langkah ini diambil agar distribusi nilai kontrak menjadi lebih merata dan adil bagi seluruh elemen tim.

“Untuk pemain asing, akan disesuaikan dengan kurs dolar ya. Nanti setiap klub tidak boleh mengeluarkan dana lebih dari batas yang sudah kami tetapkan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk pemain lokal, lanjut Reginald, tentu akan ada perbedaan nilai antara pemain dengan label tim nasional dengan yang tidak membela tim nasional. Juga dengan pemain yang pernah berkiprah di luar negeri.

“Tentunya ya. Tapi itu kan kebijakan dari tim masing-masing ya. Kita berharap eh value yang didapat mereka itu tidak lebih kecil lagi daripada saat mereka bermain (di luar negeri). Walaupun saya juga tidak pernah tahu nilainya berapa (saat main di luar negeri). Tapi saya yakin dia mau main di sini berarti kan nilainya hampir mirip,” jabarnya.

Selain urusan finansial, PBVSI juga menyoroti distribusi pemain berlabel Tim Nasional. Federasi berencana mengatur kuota pemain Timnas di setiap klub untuk mencegah penumpukan bintang dalam satu tim tertentu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan level persaingan sehingga pemenang kompetisi tidak didominasi oleh klub yang itu-itu saja.

“Kami mau bola voli ini yang sudah mulai meranjak jadi industri, bisa tertata dengan baik. Kalau tidak tertata, nanti bisa repot karena berpotensi muncul kecurangan dan masalah lainnya. Jika ditata dari awal, meskipun mungkin terasa tidak enak di awal, ke depannya akan jauh lebih baik untuk semua pihak,” pungkasnya. (saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 1 Februari 2026
30o
Kurs