Selain itu, ITS juga membuka kemungkinan memberikan kelonggaran perkuliahan apabila mahasiswa harus memprioritaskan latihan untuk meningkatkan prestasi olahraga.
Ia mengungkapkan, sejumlah mahasiswa baru ITS ternyata memiliki latar belakang sebagai atlet golf. Beberapa di antaranya bahkan telah menunjukkan prestasi dalam kompetisi olahraga tingkat daerah dan berpotensi dikembangkan menjadi atlet yang lebih kompetitif.
ITS, lanjut Bambang, akan berupaya memfasilitasi mahasiswa tersebut agar dapat terus mengembangkan kemampuan dan kariernya.
“Kalau memang harus mengikuti PON, tentunya ada afirmasi yang harus kami lakukan. Misalnya, mereka harus latihan sehingga kuliahnya perlu disesuaikan. Hal-hal seperti itu harus kami dukung supaya mereka bisa meningkatkan kariernya,” ujarnya.
Bambang juga menyoroti keberadaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf ITS yang telah berjalan sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Kampus mendorong mahasiswa mengenal dan menekuni olahraga golf karena dinilai memiliki manfaat lebih luas, termasuk membuka kesempatan membangun jejaring profesional.
NOW ON AIR SSFM 100

