Menurutnya, golf kini semakin terbuka bagi berbagai kalangan dan tidak lagi identik sebagai olahraga eksklusif. Selain menjadi sarana olahraga, aktivitas tersebut juga dapat menjadi ruang interaksi, diskusi, hingga membangun kerja sama.
“Kami dorong mahasiswa untuk mulai belajar golf. Sekarang golf sudah bisa diterima banyak orang. Rasanya, tempat untuk berdiskusi, bernegosiasi, dan menjalin jejaring paling banyak memang di golf,” kata Bambang.
Untuk mendukung pengembangan UKM tersebut, ITS juga menyiapkan rencana pembangunan fasilitas driving range di lingkungan kampus. Bambang menyebutkan, lahan untuk fasilitas latihan golf itu sudah tersedia.
Namun, realisasinya masih menunggu penjajakan kerja sama dengan alumni maupun mitra yang bersedia menjadi investor.
“Lahannya sudah kami siapkan. Sekarang kami sedang mencari kemungkinan bekerja sama dengan alumni atau mitra yang bisa berinvestasi. Untuk kapan dimulainya, masih kami pikirkan,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

