Minggu, 29 Maret 2020

Ratna Sarumpaet Mundur dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno Capres-Cawapres mengelar konferensi pers menyikapi kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet yang sebelumnya mengaku telah dianiaya oleh orang tidak dikenal. Foto: Faiz suarasurabaya.net

Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno Capres-Cawapres mengelar konferensi pers menyikapi kebohongan yang dilakukan Ratna Sarumpaet yang sebelumnya mengaku telah dianiaya oleh orang tidak dikenal.

Prabowo mengaku telah meminta Ratna Sarumpaet mengundurkan diri dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) karena melakukan tindakan kebohongan itu.

Dari permintaannya tersebut, kata dia, Ratna kemudian telah menyatakan mundur dari BPN melalui surat yang diberikan kepadanya.

“Saya sudah minta bu Ratna Sarumpaet mundur. Dan sudah dilakukan, sudah ada suratnya,” ujar Prabowo yang juga didampingi Amien Rais di rumah Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Prabowo mempersilakan proses hukum berjalan karena pihaknya juga tidak bisa mentolerir kebohongan.

“Kami persilahkan proses hukum, dan beliau harus tanggung jawab. Kami juga tidak bisa tolerir berita bohong. Kalau ada yang ketahuan, kami minta aparat melakukan tindakan,” tegasnya.

Selain melayangkan surat mengundurkan diri, kata Prabowo, Ratna juga meminta maaf kepada dirinya karena telah berbohong.

“Nulis surat sama saya, minta maaf dan mengaku berbohong,” kata dia.

Prabowo menyampaikan permintaan maaf juga kepada publik, karena ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya.

” Jadi saya atas nama pribadi dan pimpinan tim kami, saya minta maaf ke publik. Saya ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenaran. Kami juga sudah niat ketemu Kapolri. Alhamdulillah itu tidak terjadi,” jelas Prabowo.

Dia mengaku terusik dengan cerita Ratna Sarumpaet waktu itu, karena Ratna adalah pribadi yang dia hormati. Figur yang selalu membela orang yang susah.

“Karena itu, saya sangat hormat beliau, sayang sama beliau. Jadi saya memang sudah beberapa bulan tidak kontak langsung, ketika mengaku dianiaya, maka saya sangat terusik. Alhamdulillah tidak terjadi,” ujarnya.

Disi lain, Prabowo menjelaskan, usia Ratna sudah 70 tahun. Berdasarkan informasi dari keluarganya, kalau Ratna juga dibawah tekanan kejiwaan. Sebagai manusia, Prabowo merasa kasihan, sehingga kemungkinan besar Ratna juga menjadi korban sebagai manusia.

Meski begitu, Prabowo mengakui kalau dirinya agak grusa grusu menyikapi kasus Ratna Sarumpaet. Untuk itu, dia dan timnya minta maaf kepada masyarakat.

“Saya di depan rakyat Indonesia minta maaf, saya akui, saya agak grusa grusu. Tapi ya sudahlah, namanya belajar. Tim kami kan juga baru,” pungkas dia.(faz/dwi/rst)

Potret NetterSelengkapnya

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Truk Terguling di Karang Pilang

Biasanya Berjubel, Kini Sunyi

Social Distancing, Ciputra World Sepi

Surabaya
Minggu, 29 Maret 2020
26o
Kurs