Minggu, 9 Agustus 2026

Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Kekurangan Aktor Penengah

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Sunanto Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (kedua dari kanan) dalam diskusi di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Foto: Antara

Sunanto Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan, saat ini Bangsa Indonesia kekurangan aktor-aktor penengah yang dapat meredakan setiap informasi yang begitu cepat bergulir.

“Tidak aneh terjadi hoaks. Kita kekurangan aktor penengah yang bisa meredakan setiap informasi yang begitu cepat,” kata Sunanto dalam diskusi pemilu di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pria yang akrab disapa Cak Nanto itu mengatakan, tokoh agama atau tokoh masyarakat yang biasanya mampu menjadi aktor penengah kini tidak sedikit yang terafiliasi dengan pasangan capres-cawapres.

Akibatnya masyarakat sulit membedakan antara tokoh politik, tokoh agama atau tokoh masyarakat. “Dulu perbedaan antara tokoh politik dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat itu jelas. Sekarang agak susah membedakannya,” kata dia dilansir Antara.

Dia mengatakan, fenomena ini perlu dikritisi. Tanpa adanya aktor penengah, dalam kondisi seperti sekarang, maka disintegrasi bangsa bisa saja terjadi. PP Pemuda Muhammadiyah selaku organisasi kemasyarakatan, menurutnya, terus berupaya menciptakan aktor-aktor pendamai.

Bagi PP Pemuda Muhammadiyah, pilihan politik merupakan hak individu. Sedangkan kewajiban setiap organisasi adalah mendamaikan melalui kehadiran aktor-aktor penengah.(ant/tin/den)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 9 Agustus 2026
29o
Kurs