Kamis, 7 Mei 2026

Pemuda Muhammadiyah: Indonesia Kekurangan Aktor Penengah

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Sunanto Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah (kedua dari kanan) dalam diskusi di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Foto: Antara

Sunanto Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah mengatakan, saat ini Bangsa Indonesia kekurangan aktor-aktor penengah yang dapat meredakan setiap informasi yang begitu cepat bergulir.

“Tidak aneh terjadi hoaks. Kita kekurangan aktor penengah yang bisa meredakan setiap informasi yang begitu cepat,” kata Sunanto dalam diskusi pemilu di Media Center KPU RI, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Pria yang akrab disapa Cak Nanto itu mengatakan, tokoh agama atau tokoh masyarakat yang biasanya mampu menjadi aktor penengah kini tidak sedikit yang terafiliasi dengan pasangan capres-cawapres.

Akibatnya masyarakat sulit membedakan antara tokoh politik, tokoh agama atau tokoh masyarakat. “Dulu perbedaan antara tokoh politik dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat itu jelas. Sekarang agak susah membedakannya,” kata dia dilansir Antara.

Dia mengatakan, fenomena ini perlu dikritisi. Tanpa adanya aktor penengah, dalam kondisi seperti sekarang, maka disintegrasi bangsa bisa saja terjadi. PP Pemuda Muhammadiyah selaku organisasi kemasyarakatan, menurutnya, terus berupaya menciptakan aktor-aktor pendamai.

Bagi PP Pemuda Muhammadiyah, pilihan politik merupakan hak individu. Sedangkan kewajiban setiap organisasi adalah mendamaikan melalui kehadiran aktor-aktor penengah.(ant/tin/den)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Kamis, 7 Mei 2026
33o
Kurs