Minggu, 29 November 2020

Eri Cahyadi: Warga Bergaji di Bawah Rp 10 Juta, BPJS-nya Akan Ditanggung Pemkot

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Eri Cahyadi Calon Wali Kota Surabayad dalam Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Paslon yang digelar KPU Surabaya di area terbuka Hotel Singgasana, Kamis(24/9/2020). Foto: Anton suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Calon Wali Kota Surabaya kerap menemui masalah BPJS Kesehatan. Warga yang jadi peserta mandiri tidak bisa membayar premi rutin karena jatuh sakit yang membuat mereka tak bisa bekerja.

Padahal, berdasarkan pantauan Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu, para peserta BPJS itu bukan dari golongan warga tidak mampu. Bahkan tak masuk dalam daftar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Dulur-dulur arek Suroboyo ini memang tidak mau mengambil jatah warga tak mampu. Mereka rela membayar BPJS mandiri. Gajinya tidak besar tapi juga tidak kecil. Makanya mereka enggan dianggap warga miskin dan merasa masih banyak warga yang lebih berhak dibayarkan BPJS-nya oleh pemkot,” kata Eri Cahyadi.

Namun, kata Eri Cahyadi, masalah muncul saat mereka sakit hingga tak bisa bekerja. Akibatnya, mereka tak mampu membayar BPJS. Menunggu dibayarkan pemkot juga tak mungkin karena mereka tidak termasuk dalam MBR.

“Akhirnya banyak yang wadul ke saya. Setelah selama ini ikut secara mandiri, sebagai komitmen mereka meringankan beban Pemkot Surabaya, saat kesusahan apa bisa dibantu?” katanya.

Dari situlah Eri Cahyadi punya gagasan. Agar problem itu bisa segera terselesaikan, semua warga yang bergaji di bawah Rp10 juta BPJS-nya akan otomatis dibayarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Apalagi sering ada ketidaksinkronan data pemerintah pusat dan pemerintah kota. Warga yang sebelumnya masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) tiba-tiba tidak lagi lagi dijamin tanpa sepengetahuan mereka.

Saat berobat, mereka baru tahu ketika harus membayar sendiri.

“Pemkot ini juga bingung. Kalau memang sudah tidak masuk PBI pusat, kami siap membantu. Soalnya kalau BPJS bermasalah, warga pasti ke pemkot dulu. Makanya, kami pastikan saja mereka yang bergaji di bawah Rp 10 juta kami tanggung BPJS-nya,” kata Eri.

Dia menyatakan ini dalam kegiatan kampanye menemui warga di kelurahan Kebonsari. Ucapannya itu sontak mendapatkan sahutan tepuk tangan dari warga yang mengikuti kegiatan tersebut.

Eri meyakinkan, kemajuan Kota Surabaya harus berdampak langsung pada warga. Salah satunya soal pemberian jaminan sosial warga. Jangan sampai di tengah pesatnya pembangunan Surabaya masih ada warga yang sulit berobat.

“Begitu juga pendidikan. Tidak akan ada lagi anak putus sekolah. Fasilitas pendidikan seperti guru les akan kami sediakan di balai-balai RW supaya tidak ada siswa miskin kalah bersaing dengan siswa kaya karena yang kaya ikut les,” ujarnya.

Bambang Supriyanto Sekretaris RW 02 Kelurahan Kebonsari bilang, Eri adalah sosok yang peduli pada kampung-kampung di daerah pinggiran. Sama seperti Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang selalu memperhatikan rakyat kecil.

“Bu Risma sudah memberi bukti nyata kemajuan Surabaya. Bukan sekadar embel-embel, tapi hasil kerjanya benar-benar bisa dinikmati wong cilik di Surabaya. Mas Eri yang dipercaya Bu Risma meneruskan kebaikan pasti bisa melakukan hal yang sama,” katanya. (den/dfn)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Minggu, 29 November 2020
26o
Kurs