Senin, 30 November 2020

KPU Jatim: Pilkada Serentak Perlu Inovasi Baru untuk Mendorong Partisipasi Pemilih

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
FGD Pembahasan Konsep Materi Pendidikan Pemilih di Era Pandemi di Kantor KPU Jatim, Kota Surabaya, Kamis (27/8/2020). Foto : Abidin suarasurabaya.net

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menyatakan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di 19 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur perlu inovasi baru agar partisipasi pemilih tidak turun.

“Sebagai penyelenggara, kami butuh masukan kritis dari berbagai pihak untuk inovasi baru itu,” kata Choirul Anam Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur saat sambutan FGD Pembahasan Konsep Materi Pendidikan Pemilih di Era Pandemi di Kantor KPU Jatim, Kota Surabaya, Kamis (27/8/2020).

Menurut dia, pada awalnya KPU RI memberikan target kehadiran pemilih saat pilkada serentak 2020 sebanyak 77,9 persen. Namun, kata dia, akibat pandemi Covid-19, target tersebut diturunkan menjadi 77,5 persen.

“Tapi kita tetap optimistis bisa melampaui target 77,9 persen. Kenapa optimistis karena pada pemilu 2019, tingkat partisipasi di Jatim tinggi atau hampir 82 persen. Meskipun itu disumbang dari Madura yang partisipasinya mencapai 90 persen,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta masukan dari berbagai pihak bagaimana menumbuhkan, membangun sekaligus meningkatkan kesadaran politik masyarakat untuk bisa berpatisipasi dalam pemilu.

Anam mengatakan partisipasi aktif tidak hanya meminta masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pemilu, melainkan secara umum masyarakat ikut secara aktif dalam pengawalan, pengawasan dan menjadi penyelenggara pemilu.

Untuk bisa mengikuti semua proses pemilihan ini, lanjut dia, menjadi tantangan di tengah pandemi. Menurutnya ada pesimistis masyarakat kenapa pemilu digelar di tengah pandemi Covid-19.

Tapi KPU juga sudah mempertimbangkan terkait hal itu. Ketika DPR dan pemerintah meminta digelar Desember 2020, maka KPU meminta syarat difasilitasi penanganan Covid-19.

“Sehingga KPU diberikan anggaran. Tentunya ini yang kita maksimalkan. Momentum pemilukada sekaligus bisa dijadikan sosialisasi pencegahan Covid-19,” katanya.

Adapun 19 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada di Jatim terdiri dari 16 kabupaten dan tiga kota, masing-masing Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Trenggalek, Kediri, Lamongan, Tuban, Gresik, Mojokerto, Malang, Blitar, Sidoarjo, Sumenep, Jember, Situbondo, dan Banyuwangi. Kemudian Kota Blitar, Pasuruan, dan Kota Surabaya. (bid/iss/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
27o
Kurs