Rabu, 5 Agustus 2020

PDIP Ajak Masyarakat Jaga Kebudayaan Sendiri Lewat Pendidikan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP). Foto : Istimewa

Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan tantangan rakyat Indonesia saat ini adalah bagaimana melakukan pengayaan dan pelestarian kebudayaan bangsa sendiri di tengah masifnya arus kebudayaan populer asing.

Hal itu disampaikan Djarot dalam webinar kedua dengan tema ‘Rakyat Sumber Kebudayaan Nasional’ yang digelar dalam rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2020 yang dimulai sejak 1 Juni lalu. Di acara yang digelar, Selasa (16/6/2020), hadir sebagai pembicara adalah Rano Karno serta Krisdayanti anggota DPR, Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi, Gus Muwafiq ulama, dan Tamara Geraldine sebagai moderator.

Djarot yang merupakan Ketua Panitia Perayaan Bulan Bung Karno 2020 menjelaskan bahwa Soekarno Proklamator RI sudah mengingatkan kebudayaan dalam bentu kreasi kultural, seperti seni musik, lagu, dan tari, jangan dianggap sebagai hiburan semata.‎

Sebab sesungguhnya itu merupakan sumber utama dari kerja penguatan jiwa sebuah bangsa. Semuanya merupakan proses esensial dari pembangunan sebuah bangsa dan negara. Itu artinya jika kebudayaan asli sebuah bangsa terkikis, maka negaranya juga bisa.

“Saya bukan bilang budaya asing tidak boleh masuk. Namun hendaknya budaya asing difilter dan disesuaikan dengan budaya bangsa sendiri,” kata Djarot.

Yang disampaikan Djarot tentu bukan isapan jempol belaka di tengah masifnya arus industri budaya pop asing seperti K-Pop, produk-produk dari Hollywood dan Bollywood dalam bentuk film, lagu, dan lain sebagainya.

Menurut Djarot, sudah saatnya bangsa Indonesia menyadari sepenuhnya bagaimana harus mengambil aksi dalam berkebudayaan. Yang jelas, kebudayaan akan bisa lestari jika kesadaran akan situasi yang ada ditularkan lewat proses pendidikan di keluarga dan sekitar kita sendiri. Baik lingkungan sekolah, hingga yang kita temui sehari-hari.

“Dengan melakukan itu, pengayaan budaya lokal kita akan makin lestari dan kita sebagai bangsa takkan terkikis dengan budaya bangsa luar yang belum tentu sesuai budaya bangsa kita,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kata Djarot, kekayaan budaya Indonesia sangat luar biasa. Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Indonesia punya 742 bahasa daerah hingga 7241 karya budaya berbentuk tarian/lagu, gambar, patung, pakaian adat hingga kuliner daerah.

Kekayaan ini menggambarkan betapa kaya dan beragamnya latar belakang masyarakat Indonesia. Maka itu pula, Bung Karno menyatakan dalam salah satu prinsip Trisakti yakni ‘memiliki kepribadian di dalam kebudayaan’. Sebab bentuk kebudayaan itu adalah salah satu ciri khas kebudayaan kita sendiri.

Bagi Bung Karno, kata Djarot, seni budaya menjadi napas sejak jaman kemerdekaan hingga saat ini. Presiden RI pertama itu bukan hanya penikmat seni budaya, tapi juga kreator dengan peninggalan mulai dari seni rupa, teater dengan menulis drama, lagu, hingga tarian.

Sebagai presiden RI, kata Djarot, Majalah Tempo menuliskan Bung Karno memiliki 2200 koleksi seni dan budaya, yang sebagian besarnya masih tersimpan hingga saat ini di Istana Kepresidenan.

“Akibat itu, bahkan ada pengamat dan ahli dari Singapura yang bilan Indonesia harusnya bangga dengan presidennya yang rasa kebudayaannya sangat tinggi,” kata dia.

Bung Karno juga mewujudkan prinsip seni budaya sebagai napas perjuangan itu saat dibuang oleh penjajah ke berbagai tempat di Indonesia. Di Ende, Nusa Tenggara Timur, Bung Karno membangun grup tonil bernama ‘Kelimutu’ dengan banyak cerita yang intinya mengajak masyarakat melawan penjajah kolonial Belanda.

“Dari NTT, Bung Karno dibuang ke Bengkulu, dan di sana beliau buat drama Monte Carlo dan Bengkulu,” kata dia.

Di bidang pewayangan, Bung Karno banyak diinspirasi oleh para tokoh pewayangan karena dibesarkan dalam kultur Jawa. Putra Sang Fadjar mampu bermain gamelan dan punya kemampuan mendalang. Salah satu dalang favorit Bung Karno adalah Ki Gitosewoko.

“Bung Karno adalah sosok luar biasa dan sangat komplit. beliau juga menciptakan lagu misalnya ‘Bersuka Ria’ yang dilakukan bersama dengan Jack Lesmana,” pungkas dia.(faz/iss)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Fabian Yudhistira

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2020
25o
Kurs