Minggu, 12 Juli 2020

PDIP Pastikan Haul Bung Karno di Blitar Terapkan Protokol Covid-19

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan

PDI Perjuangan memastikan proses peringatan kelahiran Bung Karno di Blitar tetap dilaksanakan pada 6 Juni mendatang. Peringatan itu tetap mengedepankan protokol Covid-19 dan diselenggarakan dengan sederhana.

Hal itu disampaikan oleh Djarot Saiful Hidayat Ketua DPP PDIP dalam konferensi pers tentang Rangkaian Aktivitas Partai dalam Perayaan Juni sebagai Bulan Bung Karno melalui virtual, Rabu (27/5/2020).

Hadir di acara itu Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP dan Yoseph Aryo Adhi Dharmo Kepala Sekretariat Kantor DPP PDIP.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman Blitar. Penyelenggaraan pada 1 Juni Hari Pancasila dan 6 Juni Hari Lahir Bung Karno tetap diperingati, tetapi dengan protokol Covid, tidak banyak orang,” kata Djarot.

Mantan Wali Kota Blitar dua periode ini mengatakan, biasanya ada tiga agenda peringatan di setiap Juni di Blitar. Pertama memperingati Hari Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni dan Haul Bung Karno 20 Juni.

Djarot mengisahkan pada saat keadaaan normal sebelum Corona, masyarakat Blitar menggelar upacara dan karnaval.

“Di Blitar dikenal dengan istilah gerebek Pancasila. Karena setelah acara itu seluruh peserta upacara dengan pendekatan budaya membawa simbol-simbol tentang Pancasila, tentang Indonesia, dan membawa gunungnan lima, yang nanti akan dibawa ke makam Bung Karno pakai karnaval dan sangat ramai, itu zaman normal,” kata dia.

Pada 6 Juni, masyarakat Blitar biasanya menggelar tumpengan, makan bersama sekaligus berdoa untuk Bung Karno dan negara. Lalu pada 20 Juni, masyarakat Blitar menggelar Haul Bung Karno sekaligus berdoa bersama.

Kegiatan yang melibatkan kerumunan orang banyak, Djarot memastikan, tidak akan dilakukan di tengah pandemi ini. Namun, acara tetap dilaksanakan dengan protokol Covid-19.

“Jadi tiga acara itu tetap berlangsung di Blitar dengan kemasan yang baru baik secara fisik maupun virtual,” tandas Djarot.

Sementara Hasto Kristiyanto menekankan, pihaknya sangat mendukung pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19. Dia juga mengingatkan, Bung Karno juga mengajarkan tentang pentingnya bergotong royong dan hidup sehat.

Dalam Buku Mustika Rasa, lanjut Hasto, Bung Karno telah mewariskan sejumlah aneka buah, sayur, dan makanan khas nusantara. Di dalamnya juga ada rincian jumlah gizi seperti protein, vitamin dan mineral lainnya.

Menurut Hasto, Bung Karno sudah memberikan pedoman kepada masyarakat Indonesia bagaimana caranya menjaga imunitas tubuh dengan kekayaan alam sendiri.

“Di sini terlihat Bung Karno berupaya membangun narasi peningkatan daya tubuh. Dalam buku itu ada daftar lengkap buah-buahan, sayur-sayuran lengkap dengan gizi dan vitamin di dalamnya. Karya luar biasa Mustika Rasa bisa mendorong gerakan menanam tumbuhan yang bisa dimanakn. Menjaga imunitas tubuh pun berdikari,” jelas Hasto.(faz/den/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Ananda Maharani

Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Minggu, 12 Juli 2020
33o
Kurs