Sabtu, 28 November 2020

Tak Hadir Saat Deklarasi Damai Bawaslu, Paslon Eri-Armuji Dipertanyakan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Machfud Arifin-Mujiaman hadir saat Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020 yang digelar Bawaslu Surabaya Jumat (25/9/2020).

Eri Cahyadi-Armuji tidak hadir saat Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya 2020 yang digelar Bawaslu Surabaya Jumat (25/9/2020).

Kegiatan untuk mengawali kampanye yang akan berlangsung mulai hari ini, 26 September sampai 5 Desember itu hanya dihadiri Machfud Arifin-Mujiaman palson nomor urut 2.

Hadi Sumargo Komisioner Bawaslu Kota Surabaya mengatakan, kedua paslon, tim pemenangan, dan partai pengusung diundang dalam deklarasi damai itu.

“Keduanya yang kami undang. Baik paslon Eri-Armuji dan MA-Mujiaman, juga timnya dan partai pengusung masing-masing,” ujarnya.

Hadi mengaku tidak tahu alasan paslon Eri-Armuji tidak hadir dalam deklarasi damai Pilwali Surabaya 2020. “Saya enggak tahu kenapa tidak hadir, tidak ada laporan,” katanya.

Padahal, menurutnya, undangan deklarasi damai ini sangat penting, mengingat di acara itu ada penandatanganan pakta integritas. Karena Eri-Armuji tidak hadir penandatanganan diwakilkan.

“Harapan Bawaslu semua hadir sesuai dengan apa yang kita sampaikan, karena ini tanda tangan pakta integritas,” katanya.

Dia tegaskan, kehadiran calon penting sebagai wujud komitmen bersama masing-masing paslon untuk memegang teguh peraturan sesuai ketentuan undang-undang.

Beberapa di antaranya menjaga protokol kesehatan selama Pilwali serta yang lebih utama lagi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ketidakhadiran paslon PDI Perjuangan itu jadi pertanyaan. Karena acara itu cukup urgen. Di acara itu ditandatangani pakta integritas pelaksanaan Pilwali Surabaya 2020 yang bersih.

Suko Widodo pengamat politik Unair Surabaya menyayangkan ketidakhadiran Eri-Armuji yang menurutnya seolah mengabaikan acara itu meski sudah mengutus perwakilan.

Dia memandang, kehadiran Eri-Armuji sangat dibutuhkan sebagai bukti mereka punya komitmen untuk melalui tahapan demi tahapan pilwali dengan bersih tanpa hal yang tak terpuji.

“Harusnya, menurut ketentuan, itu harus disepakati bareng. Komitmen itu harus bersama (semua paslon), enggak mungkin hanya sendirian,” ujarnya, Sabtu (26/9/2020).

Suko menegaskan, kalau mau melakukan demokrasi yang baik harus ada kesepakatan bersama. “Enggak bisa hanya satu (paslon) yang datang, dan yang lainnnya tidak,” tegasnya.

Ketidakhadiran Eri-Armuji dalam deklarasi damai itu akan mendapat penilaian masyarakat. Kedisiplinan untuk memenuhi aturan akan menjadi catatan masyarakat.

“Pasti akan dinilai oleh masyarakat. Masak melanggar dibiarkan,” katanya.(den/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
26o
Kurs