Kamis, 7 Juli 2022

Bamsoet Optimistis, di Bawah Kepemimpinan Gus Yahya NU Makin Solid dan Besar

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
KH Yahya Cholil Staquf, Katib 'Aam PBNU. Foto: NU.or.id

Bambang Soesatyo (Bamsoet) Ketua MPR RI mendukung kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU.

Dia juga sekaligus mengapresiasi berbagai pengabdian KH Said Aqil Siroj yang memimpin PBNU selama 10 tahun (2010-2015 dan 2015-2020).

Dia yakin di tangan para kyai yang baru menjabat, PBNU akan terus menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menghadirkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.

Baca juga: Yahya Cholil Staquf Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2021-2026

“Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, dengan jumlah anggota mencapai 79 juta jiwa, NU tidak hanya menjadi kekuatan sosial bagi bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Sebagaimana diwariskan pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari yang menanamkan ajaran Hubbul Wathon Minal Iman, Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman. NU juga senantiasa menjadi kekuatan sosial dunia dalam menghadirkan Islam yang tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan),” ujar Bamsoet, Sabtu (25/12/21).

Bamsoet menjelaskan, rekam jejak KH Yahya Cholil Staquf tidak perlu diragukan. Beliau merupakan putra (alm) KH Cholil Bisri, pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang.

KH Cholil Bisri adalah kakak kandung KH Mustofa Bisri (Gus Mus), sehingga KH Yahya Cholil Staquf adalah kemenakan Gus Mus. KH Yahya Cholil Staquf juga menjadi santri (alm) KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta.

“Dalam kenegaraan, KH Yahya Cholil Staquf pernah menjadi Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tidak heran jika beliau sangat mewarisi jiwa toleransi dan pluralisme Gus Dur. Beliau juga pernah Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2019. Dengan berbagai pengalaman dan sepak terjang yang telah dimilikinya, baik dalam hal dakwah, organisasi, hingga kenegaraan, dibawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf, NU diyakini akan semakin solid dan besar,” jelas Bamsoet.

Baca juga: Yahya Cholil Staquf Unggul pada Penjaringan Bakal Calon Ketum PBNU

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI ini mengatakan, di tengah situasi dunia yang masih dihantui terorisme, NU telah menjadi benteng pertahanan dunia karena selalu dengan tegas menolak terorisme disamakan dengan jihad.

NU senantiasa melawan tindakan teror yang dijalankan atas nama agama apapun dan oleh organisasi apa pun. NU tidak pernah memberikan ruang bagi paham radikal, sekaligus selalu memberikan pencerahan kepada umat bahwa tindakan teror tidak dibenarkan atas nama agama.

“Salah satu tantangan terbesar lainnya yang harus dijawab NU ke depannya adalah bagaimana menggaet kalangan muda dan urban perkotaan. Sehingga basis NU tidak hanya hadir di berbagai desa, melainkan juga bisa menembus hingga jantung perkotaan,” kata Bamsoet.(faz/dfn/den)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
28o
Kurs