Jumat, 2 Desember 2022

Kinerja Sektor Ekonomi Bisa Membuat Jokowi Dukung Airlangga pada Pilpres 2024

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Airlangga Hartarto Menko Perekonomian berbincang dengan Jokowi Presiden RI. Foto: Istimewa

Herry Mendrofa Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) menyebut Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar masuk daftar calon presiden yang akan mendapat dukungan Joko Widodo.

“Alasannya jelas karena Airlangga menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Alasan kedua faktor Ketua Umum Partai Golkar yang sampai hari ini solid mendukung Jokowi,” ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Herry melanjutkan, faktor berikutnya adalah isu ekonomi yang menjadi fokus pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Ketiga, adalah isu-isu ekonomi yang menjadi isu sentral dan menjadi fokus dari Pemerintahan Jokowi. Kebetulan juga menterinya atau pimpinannya adalah Airlangga,” imbuhnya.

Menurut Herry, persoalan ekonomi menjadi salah satu alasan Jokowi akan mendukung Airlangga pada Pemilu mendatang.

“Ketiga hal itu menjadi faktor kesukaan Jokowi sekaligus juga menjadi faktor yang menurut saya menjadi evaluasi tersendiri bagi Airlangga. Karena isu ekonomi per hari ini adalah isu yang nyentrik, populis di kalangan masyarakat, karena bersinggungan dengan realita yang terjadi di masyarakat terutama konteksnya adalah kenaikan harga BBM,” ungkapnya.

Walau Airlangga mampu mengendalikan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa Pandemi Covid-19, ada persoalan baru yang memicu keresahan masyarakat yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kalau klaim jelas pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19 agak naik dan bertahan di angka yang cukup baik di antara negara-negara lain. Tapi, terjadi gejolak di tengah masyarakat akibat kenaikan harga BBM. Jadi, itu berimbas pada elektabilitas Airlangga,” tambahnya.

Hasil survei Indikator Politik Indonesia menyebut mayoritas warga masyarakat tidak setuju dengan kenaikan harga bahan bakar minyak.

Kenaikan harga BBM juga menunjukkan adanya kontras dalam kinerja ekonomi Indonesia.

“Di satu sisi memang secara data, Pemerintah Indonesia sukses mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. Tapi, di sisi lain kenaikan harga BBM pascapandemi membuat pencapaian itu tertutup,” kata Herry.

Sebelumnya, Emanuel Melkiades Laka Lena Ketua DPD Golkar mengklaim ada tiga nama yang disenangi Jokowi untuk menjadi Presiden berikutnya, yaitu Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah, Prabowo Subianto Menteri Pertahanan, dan Airlangga Hartarto Menteri Koordinator bidang Perekonomian.

Sementara itu, Firman Noor Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, Joko Widodo Presiden sampai sekarang belum menyatakan dukungan buat politikus yang akan menggantikannya.

Menurut Firman, masih sangat dini untuk menilai arah dukungan Jokowi.

Sebagai kader PDI Perjuangan, dia bilang seharusnya Jokowi tunduk pada perintah Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP.

Tapi, posisinya sebagai Presiden begitu strategis untuk menentukan arah perpolitikan, termasuk mendukung calon presiden dan calon wakil presiden untuk Pemilu 2024.

“Dalam konteks perorangan, saya belum melihat Presiden Jokowi secara terang-terangan mengarahkan pada satu orang. Saya pikir Pak Jokowi sangat hati-hati dan mengharapkan ada hal-hal baik yang bisa dilanjutkan para pemerintahan berikutnya,” tegasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 2 Desember 2022
32o
Kurs