Sabtu, 24 Februari 2024

Program Unggulan Ganjar-Mahfud Sentuh Langsung Kebutuhan Rakyat di Akar Rumput

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pasangan Bacapres-Bacawapres mendaftarkan diri ke KPU RI, Kamis (19/10/2023) untuk mengikuti Pilpres 2024. Mahfud MD membawa barcode berisi visi misi. Foto : Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Program unggulan Ganjar Pranowo Calon Presiden (Capres) – Mahfud MD Calon Wakil Presiden (Cawapres) Satu Desa, Satu Nakes, Satu Faskes dinilai sangat tepat karena menyentuh langsung kebutuhan rakyat. Rakyat di tingkat akar rumput akan merasakan langsung manfaatnya jika direalisasikan.

“Program itu, program populis yang memang dibutuhkan rakyat. Program yang bagus sebagai sebuah pemihakan kepada masyarakat, yang selama ini belum terjangkau pembangunan,” kata Adi Prayitno Pengamat Politik di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Program Satu Desa, Satu Nakes, Satu Faskes berangkat dari fakta di lapangan bahwa banyak masyarakat yang belum bisa mendapat layanan kesehatan yang baik, dekat, cepat, dan murah. Layanan kesehatan yang baik, dekat, cepat, dan murah hanya dapat dirasakan rakyat jika tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan tersedia di setiap desa, utamanya di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Selama ini, Adi mengatakan, Program Dana Desa memang ada. Namun demikian, penggunaan dana desa memang belum bisa menjangkau layanan kesehatan paripurna bagi masyarakat desa.

“Betul ada dana desa tapi kan pemanfaatannya belum bisa menyediakan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat di desa,” ujarnya.

Pasangan Ganjar-Mahfud, kata Adi, menempatkan desa sebagai prioritas pembangunan di masa depan. Apalagi, disparitas pembangunan antara desa dan kota perlu terus diperkecil.

“Program unggulan Satu Desa, Satu Nakes, Satu Faskes merupakan suatu penebal keberpihakan pada rakyat di perdesaan,” kata Adi.

Menurut dia, program pendidikan, program kesehatan, dan program bantuan sosial mesti diprioritaskan di wilayah perdesaan demi mewujudkan pemerataan.

“Disparitas antara desa dan kota harus dipikirkan secara serius oleh para pemimpin bangsa,” ungkapnya. (faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs