“Menurut saya, sistem ini akan jauh lebih baik daripada sistem yang semua anak bisa naik kelas apa pun hasilnya,” tegasnya.
Meski demikian, Esti mengingatkan bahwa penerapan kebijakan tersebut harus memperhatikan kondisi psikologis siswa. Anak yang tidak naik kelas berisiko merasa malu, tertinggal dari teman sebayanya, hingga kehilangan semangat belajar apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
Menurutnya, guru dan orang tua perlu bekerja sama untuk memberikan motivasi kepada anak agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan mental mereka.
“Pendampingan itu yang penting. Harus ada yang kemudian memberikan motivasi, sehingga anak tidak kemudian menjadi putus asa, menjadi malu dengan teman-temannya,” kata Esti.
Ia juga menyebutkan bahwa di lingkungan Komisi X DPR RI terdapat kesamaan pemahaman mengenai rencana penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas.
NOW ON AIR SSFM 100

