Menurut Megawati, keputusan dan gerak partai tidak seharusnya hanya didasarkan pada asumsi atau pandangan subjektif. Riset diperlukan untuk memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara lebih mendalam.
“Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains,” kata Megawati.
Presiden Kelima RI itu kemudian menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi. Ia meminta BARAK ikut mengkaji fenomena tersebut untuk mengetahui penyebab sekaligus mencari jalan keluarnya.
“Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu,” ujar Megawati.
Menurut Megawati, keberadaan badan riset harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap berbagai persoalan bangsa. Karena itu, jajaran BARAK diminta tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi juga memastikan hasil kerja tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan partai.

NOW ON AIR SSFM 100

