Wang Yi Menteri Luar Negeri China melakukan pembicaraan via telepon dengan Marco Rubio Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), menjelang rencana kunjungan Donald Trump Presiden ke Beijing pada pertengahan Mei 2026.
Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China yang dilansir Antara, Sabtu (2/5/2026), Wang Yi menegaskan pentingnya peran pemimpin kedua negara dalam menjaga arah hubungan bilateral.
“Wang Yi Menlu menyatakan bahwa diplomasi kepala negara senantiasa menjadi ‘penentu arah’ dalam hubungan China-AS. Di bawah arahan strategis Xi Jinping Presiden dan Trump Presiden, hubungan kedua negara secara keseluruhan tetap terjaga stabil,” demikian pernyataan resmi tersebut.
Pembicaraan itu berlangsung pada, Kamis (30/4/2026) malam waktu setempat. Trump sendiri dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke China pada 14-15 Mei 2026. Lawatan ini sempat tertunda dari jadwal awal 31 Maret hingga 2 April, menyusul meningkatnya tensi di Timur Tengah akibat serangan AS dan Israel ke Iran.
Jika terealisasi, kunjungan tersebut akan menjadi yang pertama bagi presiden AS ke China dalam sembilan tahun terakhir. Trump terakhir kali mengunjungi Beijing pada 8-10 November 2017 saat masa jabatan pertamanya.
Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan yang telah terbangun, sekaligus memperluas kerja sama di berbagai bidang.
“Kedua negara perlu menjaga situasi stabil yang tidak mudah dicapai ini, mempersiapkan agenda interaksi tingkat tinggi yang penting, memperluas bidang kerja sama, mengelola perbedaan dengan baik, serta menjajaki pembangunan hubungan China-AS yang bersifat strategis, konstruktif, dan stabil,” kata Wang Yi.
Ia juga menyoroti isu Taiwan sebagai titik sensitif dalam hubungan kedua negara. “AS seharusnya menepati komitmen, membuat pilihan tepat, membuka ruang baru bagi kerja sama kedua negara, serta memberikan kontribusi yang semestinya bagi perdamaian dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Marco Rubio menilai hubungan antara AS dan China sebagai hubungan bilateral paling penting di dunia saat ini. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dan saling menghormati.
“Kedua negara perlu menjaga komunikasi dan koordinasi, saling menghormati, serta menangani perbedaan secara tepat, guna mengakumulasi hasil bagi interaksi tingkat tinggi kedua negara dan mencari stabilitas strategis dalam hubungan AS-China,” kata Rubio.
Selain isu bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai situasi di Timur Tengah serta sejumlah isu global lainnya. Pertemuan terakhir antara Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping diketahui berlangsung di sela KTT APEC pada Oktober 2025 di Korea Selatan. (ant/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

