Menurutnya, persoalan yang menerpa Gibran, ditambah polemik ijazah yang juga menyeret nama Jokowi, dapat membuat pengaruh politik keluarga tersebut mengalami penurunan.
“Ini tentu berpengaruh terhadap geng Solo yang tidak punya calon lagi atau kandidat yang bisa diajukan,” imbuhnya.
Efriza juga menyoroti posisi Kaesang Pangarep yang saat ini memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut dia, Kaesang belum memiliki modal elektoral yang cukup kuat untuk diproyeksikan sebagai penerus kekuatan politik keluarga Jokowi dalam kontestasi nasional.
“Kaesang saja mengelola PSI masih diragukan elektabilitasnya. Ketidaklolosan PSI di parlemen dengan elektabilitas yang kecil tentu membawa konsekuensi bahwa pengaruh geng Solo ini menyusut drastis,” kata Efriza.
Kondisi tersebut dapat menjadi persoalan serius apabila keluarga Jokowi ingin mempertahankan pengaruhnya dalam Pilpres mendatang. Terlebih, Gibran sebagai Wakil Presiden saat ini menjadi figur utama yang secara langsung membawa nama keluarga Jokowi ke panggung politik nasional.
NOW ON AIR SSFM 100

