Jumat, 2 Januari 2026

PKB Fasilitasi Santri Korban Banjir Aceh Lanjutkan Sekolah Gratis di Dayah Kuta Krueng

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ruslan Daud (kiri) Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB. Foto: istimewa

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memfasilitasi program pendidikan gratis bagi santri korban banjir di Aceh yang akan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren (Dayah) Darul Munawwarah Kuta Krueng, Kabupaten Pidie Jaya.

Dukungan tersebut disampaikan Ruslan Daud Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Dapil Aceh usai bertemu langsung dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng, Abiya Anwar Kuta Krueng, di lingkungan pesantren setempat.

Ruslan Daud mengatakan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Abdul Muhaimin Iskandar Ketua Umum DPP PKB, agar partai hadir secara nyata membantu masyarakat terdampak bencana.

“Ketua Umum DPP PKB mengapresiasi inisiatif Abiya Anwar Kuta Krueng yang membuka akses pendidikan gratis bagi santri korban banjir. Kami diminta turun langsung untuk memastikan dukungan agar program ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Ruslan Daud, Jumat (2/1/2026).

Politisi yang akrab disapa HRD itu menegaskan, pendidikan tidak boleh terhenti meski anak-anak mengalami musibah bencana alam.

Menurutnya, PKB berkomitmen memastikan generasi muda Aceh tetap mendapatkan hak belajar yang layak.

“Gus Muhaimin tidak ingin bencana memutus akses pendidikan anak-anak Aceh, khususnya santri. PKB siap memfasilitasi kebutuhan pendidikan santri korban banjir yang akan mondok di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng,” tegasnya.

HRD menambahkan, pendidikan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menilai, keberlanjutan pendidikan akan membantu anak-anak korban banjir bangkit dan menatap masa depan dengan lebih baik.

“Pendidikan harus tetap berjalan. Anak-anak korban bencana harus diberi kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Darul Munawwarah Kuta Krueng yang berlokasi di Desa Kuta Krueng, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, saat ini membina sekitar 10.000 santri putra dan putri. Pesantren ini berdiri sejak 1964 dan didirikan oleh Tgk. H. Usman Ali atau yang dikenal sebagai Abu Kuta Krueng.

Dayah tersebut dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Aceh yang telah melahirkan ribuan alumni dan memiliki sejumlah cabang pesantren, baik di Aceh maupun di luar daerah.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Jumat, 2 Januari 2026
32o
Kurs