Pemerintah Rusia menyatakan sangat khawatir atas laporan yang menyebut Nicolas Maduro Presiden Venezuela dan Cilia Flores istrinya telah dipindahkan secara paksa dari Venezuela.
Rusia mendesak otoritas Amerika Serikat (AS) untuk segera memberikan klarifikasi terkait laporan tersebut. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (3/1/2025).
“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dipaksa keluar dari negara itu selama aksi agresif Amerika Serikat hari ini. Kami menyerukan klarifikasi segera atas situasi ini,” ujar kementerian tersebut, dilansir dari Antara.
Kemlu Rusia menambahkan, apabila Maduro dan istrinya benar-benar dipindahkan keluar dari Venezuela, tindakan itu merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara tersebut.
“Tindakan semacam itu, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka, yang penghormatannya merupakan prinsip fundamental hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagaimana diwartakan pada Sabtu, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela.
Warga setempat menyatakan mendengar suara ledakan di berbagai distrik kota, termasuk di Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia serta Pelabuhan La Guaira.
Donald Trump Presiden AS kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela.
Ia juga mengeklaim bahwa Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari Venezuela. (ant/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100
