Menanggapi hal itu, Qodari menyebut hasil survei merupakan potret opini publik yang bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Menurutnya fluktuasi tingkat kepuasan publik merupakan hal yang wajar dalam setiap survei.
“Pertama yang namanya survei itu dia potret opini publik, dia dinamis, bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen, sekarang 50 persen, ya insyaAllah nanti 80 persen lagi,” ucap Qodari.
Bakom RI itu menuturkan, seharusnya hasil survei SMRC dibandingkan dengan riset lembaga lain supaya terdapat gambaran yang utuh mengenai persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
“Yang kedua, tentu kita tunggu riset-riset lain yang bisa dijadikan sebagai perbandingan karena sesungguhnya kalau kita melihat fundamental ekonomi sangat bagus,” katanya.
Sebab menurut Qodari, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang positif. Contohnya seperti pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, terkendalinya inflasi, serta tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

