Selasa, 4 Oktober 2022

Black Campaign Sudah Biasa Dalam Perpolitikan Dunia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan

Wawan Purwanto pengamat Intelijen menegaskan black campaign (kampanye hitam) sudah biasa dalam perpolitikan dunia dan saat ini tambah marak dengan adanya media sosial.

“Jadi black campaign itu biasa dilakukan di jelang pilpres di belahan dunia manapun, termasuk di Indonesia. Apalagi dengan media sosial yang seolah-olah orang itu bebas ngomong apapun.” ujar Wawan saat dihubungi suarasurabaya.net di Jakarta, Kamis (29/5/2014).

Padahal, kata Wawan ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur masalah dunia maya. Dengan UU ITE kalau ada bukti kuat, pelaku yang mengunggah black campaign bisa dihukum. Sejauh ini telah dilakukan, baik dari kubu Jokowi maupun Prabowo.

Tetapi, kata Wawan karena saking banyaknya yang mengunggah black campaign termasuk para hackers, tentu akan sulit memprosesnya.

“Hanya karena saking banyaknya para pelaku jejaring sosial termasuk para hacker dan juga mereka-mereka yang menekuni dunia elektronik, maka, ini menjadi demikian luasnya kalau mau menuntut, karena setiap hari orang bisa menyebar apapun, sehingga ada kecenderungan nanti akan kecapekan menuntut,” papar Wawan.

Dia menyarankan, lebih baik dalam menghadapi black campaign ini, kubu Prabowo maupun kubu Jokowi menyiapkan tim khusus dalam menjawab black campaign itu sehingga menjadi balance.

Menurut Wawan, kalau setiap black campaign dituntut ke proses hukum, hal itu justru akan menguras energi.(faz/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Selasa, 4 Oktober 2022
27o
Kurs