Jumat, 19 Agustus 2022

Pernyataan Ketua Ansor Tuai Kecaman

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Polemik pernyataan Nusron Wahid, Ketua GP Ansor yang menyatakan banyak kiai melupakan sejarah masa lalu terus menuai kritik. Kali ini datang dari Kiai Fathurrozi (Gus Fahrur) Wakil Ketua Asosiasi Pesantren NU Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Ismaliyah NU.

“Sebagai santri dan sebagai kaum NU yang berguru pada kiai-kiai sepuh saya sangat menyayangkan ucapan saudara Nusron Wahid,” kata Gus Fahrur, Jumat (20/6/2014).

Menurut pengasuh pesantren An Nur Bululawang, Malang ini, dalam kamus pesantren apa yang diucapkan Nusron tak ubahnya sebagai sesuatu yang suul adab. Apalagi, menghormati guru bahkan kiai adalah sebuah prinsip yang tak bisa ditawar.

Dia mencontohkan, dosa yang terbuat dari sahwat masih bisa terampuni, tapi kalau dosa akibat kesombongan maka pengampunannya cukup sulit karena kesombongan adalah sifat mendasar yang sangat dibenci tuhan.

“Saya memang melihat gelagat kesombongan ini. Jangan sampai GP Ansor dibawa ke arah yang ndak jelas hanya karena kesombongan ketuanya,” ujarnya.

Gus Fahrur mengaku tak pernah mempermasalahkan ketika Nusron menjadi pendukung capres manapun. Tapi jika dukungan itu dibarengi dengan kesombongan apalagi dengan menjelek-jelekkan kiai, maka itu yang harus dihentikan.

“Silakan Nusron membela capres siapapun, tapi jangan lantas mengejek Kiai hanya karena berbeda dukungan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, polemik ini muncul ketika Nusron Wahid mengumpulkan kader GP Ansor se-Jatim di Gelora Pancasila Surabaya pada 18 Juni 2014 lalu. Saat itu, dalam orasinya Nusron memang sempat mengkritik dengan tajam para kiai yang berbeda dukungan capres dengannya.(fik/dwi)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 19 Agustus 2022
29o
Kurs