Senin, 6 April 2020

Bawaslu Kampanye Anti Politik Uang dan Golput

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Badan Pengawas Pemilu gelar sosialisi pemilu damai dan anti politik uang. Mengambil start dari Taman Bungkul, pawai kali ini diikuti oleh belasan kendaraan yang terdiri dari para pengawas pemilu, mahasiswa serta seniman Surabaya.

“Pawai ini merupakan gerakan moral untuk melawan politik uang serta menggerakkan masyarakat untuk tidak golput dalam pemilu,” kata Sufyanto, Ketua Bawaslu Jawa Timur ketika melepas rombongan pawai, Selasa (8/4/2014).

Proses pencoblosan yang tinggal menunggu jam, kata Sufyanto, harus diwaspadai sehingga tak sampai terjadi pelanggaran khususnya politik uang.

Dari Bungkul, pawai mengambil rute ke Jl Ahmad Yani mengarah ke Bundaran Waru, lantas putar balik menuju ke dalam kota menyusuri Jl Ahmad Yani, Jl Raya Darmo, Jl Basuki Rahmad, lurus hingga ke Tugu Pahlawan dan berputar untuk berhenti di depan kantor Gubernur Jl. Pahlawan.

Di kantor gubernur, rombongan akan menggelar orasi sejenak mengingatkan pengguna jalan untuk mewaspadai politik uang serta anti golput. Setelah itu, pawai dilanjutkan menuju ke Gedung Negara Grahadi. Di Grahadi juga akan digelar orasi sejenak.

Tiga anggota Bawaslu yaitu Sufyanto, Sri Sugeng Pujiatmiko, dan Andreas Pardede secara bergantian akan berorasi. Selain itu, Taufik Monyong, seniman sekaligus aktivis Surabaya juga akan membantu berorasi mengajak untuk tak golput.

Pantauan suarasurabaya.net, pawai kali ini diikuti tiga buah mobil jeep terbuka yang juga mengikutsertakan beberapa SPG cantik. Selain itu, belasan mobil bawaslu juga ikut dan ditempeli aneka poster ajakan pemilu damai.(fik/rst)

Teks Foto :
-Konvoi damai anti politik uang dan golput.
Foto : Taufik suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Senin, 6 April 2020
31o
Kurs