Senin, 30 November 2020

Riset: Sandi Tekankan Sinergitas, Ma’ruf Bentuk Badan Riset Nasional

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Debat Cawapres yang mempertemukan Ma'ruf Amin Cawapres Nomor Urut 01 dan Sandiaga Salahuddin Uno Cawapres Nomor Urut 02 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Tema debat kali ini pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Foto: Antara

Dalam Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang menjadi Debat Pilpres 2019 yang ketiga kalinya digelar dibagi menjadi beberapa segmen. Pada segmen kedua tanya jawab, panelis menanyakan dua topik. Pertama tentang riset.

Pertanyaan Panelis, sebagaimana dibacakan oleh Putri Ayuningtyas salah satu moderator, bahwa pendapatan domestik bruto Indonesia diprediksi menempati posisi 5 besar dunia pada 2045. Pencapaian itu mensyaratkan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, di mana riset menjadi kebutuhan utama.

“Bagaimana komitmen bapak-bapak sekalian untuk terciptanya peningkatan riset yang dapat menjawab kebutuhan tersebut?” Tanya Putri. Dia mempersilakan Sandiaga Salahuddin Uno Cawapres Nomor Urut 01 menjawab lebih dulu pertanyaan tersebut.

Pria yang akrab disapa Sandi itu mengatakan, dia akan memfokuskan riset dan teknologi pada bagaimana mengonsolidasikan dunia usaha, akademik, dan pemerintah memiliki satu sinergi.

Menurutnya, banyaknya hasil riset dan teknologi ternyata tidak bersambung atau tidak bersinergi dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha.

“Di bawah Prabowo-Sandi, bukan hanya besaran jumlah dana riset dan teknologi, tapi kami akan memastikan pengalokasiannya sinergis dengan dunia usaha, juga dengan sistem akademisi. Saya pernah mengelola dana riset dan teknologi, dan saya melihat begitu banyak anak-anak muda Indonesia yang memiliki kemampuan untuk menciptakan terobosan-terobosan di bidang pertanian,” katanya.

Menurutnya, Indonesia bisa meningkatkan produktivitas bila Indonesia bisa memastikan bahwa pupuk organik dengan kualitas terbaik hasil riset dan teknologi anak bangsa diberikan, sehingga harga bahan pokok akan menurun.

“Saya semakin yakin, revolusi industri 4.0 dimana ekonomi kreatif akan bersinergi juga dengan loncatan-loncatan letupan inovasi, memastikan lapangan kerja akan tercipta untuk anak muda. Jadi 2045 bukan hanya kita menjadi 5 besar dunia tapi kita betul-betul bisa menciptakan peluang kerja untuk seluruh warga negara Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah, kata dia, semestinya memfasilitasi bagaimana ekosistem anak muda bisa menghasilkan inovasi-inovasi terbaik di bidang sains, teknologi, engineering, juga mathematika. Dia yakin, anak-anak Indonesia pintar-pintar, dan mereka memancarkan optimisme.

“Mereka ingin diberikan peluang kuncinya adalah peluang untuk mereka maju dan Kami yakin Indonesia adil makmur bersama Prabowo-Sandi,” katanya.

Sementara itu, Ma’ruf Amin Cawapres Nomor Urut 01 menegaskan kembali bahwa riset akan menentukan sebuah negara maju. Karena itu dirinya bersama Joko Widodo akan mengembangkan riset ini dengan mengkoordinri alokasi dana.

“Sementara ini memang dana riset terbagi di Kementerian dan Lembaga. Nanti akan kami satukan supaya menjadi satu koordinasi, dan kami akan bentuk Badan Riset Nasional. Kami akan maksimalkan Rencana Induk Riset Nasional (RISN), kami akan komunikasikan ini semoga riset kita menjadi lebih efektif,” katanya.

Tidak hanya itu, dia juga menekankan akan menyediakan Dana Abadi Riset berdampingan dengan Dana Abadi Pendidikan dan Dana Abadi Kebudayaan yang telah disediakan di masa Pemerintahan Joko Widodo Presiden sekaligus Calon Presiden Nomor Urut 01, saat ini.

“Dengan begitu, kami yakin riset kita (Indonesia) di masa akan datang akan dapat memajukan negara ini dan kita akan menuju ten years chalange,” katanya.

Mengenai Badan Riset Nasional ini, Sandi sempat menanggapinya dengan menyatakan bahwa penambahan jumlah lembaga akan menambah birokrasi.

“Bagi Prabowo-Sandi, kuncinya kolaborasi. Pemerintah semestinya memfasilitasi, bagaimana ekosistem riset ini menghasilkan inovasi terbaik di bidang science, teknologi, art (seni), dan engineering. Saya yakin anak indonesia pintar semua,” katanya.

Ma’ruf kembali menanggapi, bahwa keberadaan Badan Riset Nasional bukan dimaksudkan untuk menambah lembaga melainkan mengefisienkan lembaga yang ada dengan menyatukannya menjadi sebuah 0lembaha yang menangani riset.

“Dengan demikian, riset kami harap bisa ditangani lebih efektif. Kami akan mengikutsertakan semua, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan dunia industri. Maka dunia riset Indonesia akan berkembang, sehingga ke depan riset kita bisa membangun Indonesia,” katanya.

Perlu diketahui, debat ketiga ini berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta dengan mengambil tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat dipandu oleh Alfito Deannova dan Putri Ayuningtyas selaku moderator dan disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi swasta. (den)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Senin, 30 November 2020
28o
Kurs