Kamis, 29 Oktober 2020

Dongeng Pengaruhi Perilaku Anak Ketika Dewasa

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Shutterstock

Mendongeng adalah rutinitas menyenangkan yang membentuk hubungan ibu dan anak secara fisik (usapan, kecupan, pelukan) dan emosional (rasa percaya dan keterikatan anak terhadap ibu). Siapa sangka, ternyata Dongeng berkontribusi cukup besar dalam tumbuh kembang anak karena terdapat beberapa manfaat dari cerita yang dikisahkan oleh orang tua, salah satunya adalah akan mempengaruhi perilaku anak ketika telah dewasa.

Selain itu, mendongeng dapat meningkatkan imajinasi anak, serta metode yang baik untuk menyampaikan nilai moral dan budaya kepada anak sejak dini.

Seto Mulyadi atau Kak Seto, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, menjelaskan bahwa mendongeng dapat mengaktifkan pusat emosi di otak anak dan melatih fokus perhatian mereka. Mendongeng juga mampu melatih anak-anak berpikir secara berstruktur, serta mengembangkan kemampuan komunikasi.

“Manfaatnya itu ada banyak sekali, merangsang berbagai aspek perkembangan jiwa anak. Mendengar dongeng membuat perkembangan bahasa si anak, misalnya si kancil berjingkat. Nanti si anak akan bertanya, berjingkat itu apa,” ujar Kak Seto seperti ditulis Antara, Rabu (28/11/2018).

Tak hanya itu, mendongeng menjadi sarana bagi orang tua untuk melepas stres atau tekanan. Menurutnya, banyak kasus kekerasan terhadap anak dilakukan oleh seorang ibu karena memiliki tekanan yang tinggi.

Dongeng juga dipercaya menjadi self healing untuk orang tua.

“Ada kecenderungan pelaku kekerasan pada anak adalah ibunya sendiri, ini dalam survei yang kita lakukan. Ibu yang stres memikirkan tagihan ini-itu sehingga melampiaskannya kepada anak. Dengan mendongeng maka semua akan luluh menjadi sebuah persahabatan,” jelas Kak Seto

Mendongeng juga meningkatkan nilai kreativitas anak dan orang tua. Di sini, keduanya bisa berimajinasi dengan cerita yang sedang disampaikan. Orang tua juga dapat memasukkan nilai-nilai moralitas tanpa terkesan menggurui.

“Berbagi nilai moralitas bisa disampaikan, mana yang buruk mana yang tidak. Kemudian juga tokoh-tokoh yang punya kejujuran, keberanian semua ditanamkan dengan dongeng-dongeng yang indah,” terang Kak Seto.(ant/dim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
27o
Kurs