Selasa, 28 September 2021

Cara Memeriksa Oksimeter Asli atau Palsu

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pulse Oximeter. Foto: Pixabay

Oksimeter, alat berukuran relatif kecil yang biasanya dijepitkan di salah satu jari tangan punya peran penting di era pandemi Covid-19.

Alat itu untuk mengukur saturasi oksigen darah demi mendeteksi happy hypoxia atau turunnya kadar oksigen yang bisa berujung berhentinya detak jantung pasien Covid-19.

Tetapi, ada saja kekhawatiran alat yang tersedia di pasaran tak asli atau palsu. Beberapa waktu lalu, beredar video memperlihatkan cara membedakan oksimeter asli dan palsu dengan pensil.

Terlepas dari benar atau tidaknya cara itu, Vito A. Damay pakar kesehatan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memberi saran untuk mendeteksinya.

Salah satu caranya dengan memeriksa di jari berbeda, dan pada orang berbeda.

“Di alat saturasi oksigen juga ada pengukur detak jantung, jika detak jantungnya sama milik Anda dan tiga orang lain juga sama maka Anda harus pertanyakan (keasliannya),” kata dia seperti dilaporkan Antara.

Anda juga bisa memeriksa apakah detak jantung pada alat bisa berubah ketika anda jalan santai atau jalan cepat.

Normalnya, detak jantung akan meningkat ketika Anda beraktivitas. Semakin cepat Anda jalan makin meningkat detak jantungnya.

Cara berikutnya, pastikan oksimeter yang akan Anda beli sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan dan belilah alat dari toko terpercaya.

Vito juga berpesan, kalau pun Anda membeli secara daring, cermati toko yang menjual. Jangan beli dari toko yang tampak abal-abal.

Setelah memastikan keaslian alat, Anda bisa menggunakannya seperti petunjuk pakar kesehatan.

Untuk mendapatkan pembacaan paling akurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan beberapa langkah. Pertama, memastikan alat terpasang dengan benar di jari tangan Anda.

Kemudian Anda dalam kondisi duduk dan diam. Pergerakan sedikit saja bisa mempengaruhi pembacaan, dan mungkin membuat alat mencatatkan angka yang jauh lebih rendah daripada yang sebenarnya.

Sebaiknya, jangan pasang alat pada jari dengan cat kuku karena mungkin memengaruhi pembacaan.

Terkait akurasi, sebenarnya studi pada tahun 2016 seperti dikutip dari Insider menemukan, oksimeter punya kesalahan presisi sebesar 1,8-2,21 persen.

Apabila Anda merasa oksimeter di rumah tidak akurat, Albert Rizzo Pakar Medis dari American Lung Association menyarankan membandingkan pembacaan denyut jantung pada alat dengan hasil hitung Anda sendiri.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
32o
Kurs