Rabu, 30 September 2026

Sindir Panglima TNI dan Kapolri soal 1000 Tambang Ilegal, Prabowo Minta Supaya Diusut

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden RI menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI di kompleks Senayan, Jumat (14/8/2026). Foto: Tangkapan Layar Youtube MPRGOID

Prabowo Subianto Presiden RI menyindir dan meminta Jenderal TNI Agus Subiyanto Panglima TNI dan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo Kapolri supaya mengusut 1.000 tambang ilegal di Bangka Belitung yang yang ditutup pemerintah akhir tahun lalu.

Kepala Negara menilai, tambang ilegal sebanyak itu tidak mungkin bisa beroperasi tanpa diketahui aparat yang memiliki kewenangan di wilayah tersebut. Sindiran itu disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Presiden mempertanyakan bagaimana aktivitas tambang ilegal dalam jumlah besar bisa berlangsung tanpa diketahui pejabat TNI maupun Polri.

“Saya telah minta Panglima TNI dan Kapolri untuk usut. Masa 1.000 tambang pejabat TNI dan pejabat Polri enggak tahu,” kata Prabowo seperti dipantau dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden.

Menurut Presiden, pangkat dan jabatan yang diberikan negara harus digunakan untuk menertibkan pelanggaran. Termasuk, apabila pelanggaran itu melibatkan orang-orang dari lingkungan institusi sendiri.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 30 September 2026
32o
Kurs