Minggu, 29 Mei 2022

Gus Muhdlor Berharap Pulau Lusi Dihibahkan ke Pemkab Sidoarjo

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Pulau Lumpur Sidoarjo. Foto: KKP

Ketika Sakti Wahyu Trenggono Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) berkunjung ke Sidoarjo Jumat (30/4/2021) kemarin, Ahmad Muhdlor Ali Bupati Sidoarjo menyampaikan sejumlah permohonan.

Salah satunya soal pengelolaan Pulau Lusi. Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Gus Muhdlor itu memohon agar Kabupaten Sidoarjo dapat ikut ambil bagian dalam pengembangan pulau Lusi.

Pulau Lusi atau tadinya disebut warga Pulau Sarinah ada di pesisir timur Kabupaten Sidoarjo. Pada 2017 silam, Susi Pudjiastuti Menteri KKP meresmikan nama Lusi untuk pulau hasil semburan lumpur Lapindo itu.

Pulau-Lusi-Sidoarjo
Ilustrasi Pulau Lusi Sidoarjo. Foto: Kementerian KKP

Semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo mengakibatkan 19 desa tenggelam. Lumpur yang meluap dari pusat semburan itu dibuang ke Sungai Porong, kemudian terbawa arus sungai membentuk pulau baru.

Pulau hasil sedimentasi lumpur itu direklamasi di area pembuangan dikelilingi konstruksi jetty atau dermaga sehingga membentuk hamparan tanah berbentuk pulau seluas kurang lebih 94 hektare.

Di sana dibangun Tambak Wanamina seluas 4,90 hektare yang tujuan awalnya untuk memantau perilaku biota ikan akibat pengaruh lumpur. Sedangkan 89,10 hektare sisanya belum termanfaatkan.

jogging-track-pulau-lusi
Jogging Track adalah salah satu fasilitas di Pulau Lusi Sidoarjo. Foto: Kementerian KKP

Kementerian KKP sejak 2017 lalu sudah berniat bekerja sama dengan Pemda dan masyarakat setempat mengelola Pulau Lusi sebagai Kawasan Pusat Restorasi dan Pembelajaran Mangrove (PRPM).

Sejak 2015 silam, KKP melakukan sejumlah pembangunan di Pulau Lusi. Sudah ada pedestrian track, tracking mangrove, gazebo, menara pandang, kantor pengelola, rumah genset, WC, dan instalasi pengolahan air.

Gus Muhdlor berharap, Pemkab Sidoarjo yang sedang dia pimpin dapat mengambil peran pengelolaan Pulau Lusi ini sehingga pemanfaatannya sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo semakin optimal.

rindangnya-pulau-lusi-sidoarjo
Suasana di Pulau Lusi yang cukup rindang menjadi alternatif destinasi wisata di Jatim. Foto: Kementerian KKP

“Syukur-syukur kalau kemudian dihibahkan sehingga pengelolaannya dilakukan oleh (Pemerintah) Kabupaten Sidoarjo,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (1/5/2021).

Tidak hanya soal pengelolaan Pulau Lusi, Gus Muhdlor juga berharap arahan dari Kementerian KKP dalam mendongkrak kembali budidaya udang windu yang merupakan budidaya khas Sidoarjo.

Saat ini, kata Muhdlor, budidaya udang windu berkurang. Salah satu faktornya adalah polusi air. Yang masih bertahan hanya bandeng dan udang vaname. “Kami mohon arahan dan bantuan dari pusat,” ujarnya.

Gus Muhdlor juga meminta dukungan Kementerian KKP soal pemberdayaan perikanan air tawar. Karena budidaya ikan air tawar, menurut Muhdlor, menjadi salah satu potensi Kabupaten Sidoarjo.

“Berkaca dari Kota Surabaya, Surabaya ini sudah swasembada lele. Tidak ambil dari luar kota. Sudah bisa mencukupinya sendiri, kami berharap ada perhatian dari pemerintah pusat soal ini,” katanya.

Terakhir, Muhdlor juga meminta bantuan Menteri KKP dalam hal alat produksi pakan ikan. Menurutnya ketersediaan pakan menjadi salah satu tumpuan pembudidaya ikan agar bisa bertahan.

“Kami berharap diberi bantuan alat, mesin untuk membuat pakan. Mesinnya saja. Formulanya biar teman-teman saja. Kalau ini sudah ada, minimal satu rantai yang mengganjal kesejahteraan para petani ikan bisa selesai,” ujarnya.

Apa yang diharapkan Gus Muhdlor, kecuali pengelolaan Pulau Lusi, sebenarnya berkaitan langsung dengan kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Ikan) Menteri KKP di Sidoarjo.

Sakti Wahyu Trenggono Menteri KKP menggelar Safari Gemar Ikan itu ke beberapa Pondok Pesantren di Jawa Timur. Salah satunya di Ponpes Bumi Shalawat Lebo Sidoarjo, Jumat kemarin.

Sakti Wahyu Trenggono bilang, safari Gemar Ikan dilakukan untuk mengingatkan gerakan makan ikan kepada masyarakat, terutama kepada generasi penerus bangsa yang ada di Pondok Pesantren.

Melalui Gemar Ikan, Kementerian KKP berharap generasi penerus bangsa akan memiliki kecerdasan yang tinggi. Karena ikan memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh dan otak manusia.(den)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs