Sabtu, 20 Agustus 2022

Konser Kolaborasi Disabilitas, Ada Pesan Sarat Makna di Balik Lagu

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Merayakan Sumpah Pemuda Komunitas Mata Hati gelar ‘Kolaborasi Virtual Inkulis Disabilitas 'Kovid 28' pada Kamis (28/10/2021). Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Para disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Mata Hati memberikan penampilan terbaiknya dalam konser Kolaborasi Virtual Inklusi Disabilitas (Kovid 28) pada Kamis (28/10/2021).

Konser kolaborasi yang digelar di Suara Surabaya Centre dan disiarkan secara virtual ini menampilkan kebolehan disabilitas dalam bermain musik, menyanyi, sekaligus melukis.

Danny dari Komunitas Mata Hati yang turut tampil menyanyi dan bermain gitar terlebih dahulu memperkenalkan para disabilitas dari Komunitas Mata Hati yang sudah berprestasi, seperti Alfian penyandang Tuna Netra yang menjuarai Global IT Challenge, Aswar meraih medali perunggu olimpiade matematika, dan Reno yang juara vocal.

Alfian yang juga sebagai ketua pelaksana acara ini mengatakan di momentum Sumpah Pemuda teman-teman disabilitas untuk juga ingin memberikan kontribusi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami mampu berkarya tapi masih belum mendapatkan kesempatan saja, dan kami berterima kasih karena Suara Surabaya memberi kami kesempatan tampil,” kata Alfian.

Kolaborasi Disabilitas, Antara musik dan seni lukis dipadukan dalam satu panggung. Naufaldi, Tuna Rungu melukis. satu lukisan, dan dua sketsa. Foto: Manda Roosa suarasurabaya.net

Di acara ini juga berkolaborasi dengan Naufaldi, Tuna Rungu yang piawai melukis. Pemuda yang sedang menempuh pendidikan di STKW jurusan Seni Murni itu membuat satu lukisan, dan dua sketsa yang dikerjakan di atas panggung.

Total ada 13 lagu yang dibawakan di konser kolaborasi ini, dan menariknya, sebelum memainkan lagu-lagu itu, mereka selalu mengawalinya dengan pesan-pesan yang sarat makna.

Misalnya lagu Tentang Rindu, Danny membukanya dengan sebuah kalimat indah seperti ini.

“Sebagian dari kami memang tidak bisa melihat sinar mentari. Tapi masih bisa merasakan pancaran hangatnya. Soal ini, kita punya kerinduan yang sama, kan? Rindu terbitnya sang mentari yang cerahkan hari esok. Disabilitas juga punya rindu buat masa depan yang lebih baik. Biar waktu yang menjawab soal rindu,” kata Danny.

Di akhir penampilan, Danny memberikan sebuah pesan.

“Buat teman-teman semua, menolong disabilitas itu tidak semudah kelihatannya. Bukan mengiyakan, apa saya yang disabilitas mau. Tapi tolong mereka biar (mereka) bisa menolong dirinya sendiri,” kata Danny.(man/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
29o
Kurs