Senin, 1 Maret 2021

Selama 2021, Taman Budaya Jatim Pastikan Pementasan Virtual

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sebuah kegiatan pementasan seni tradisional secara virtual. Foto: humas TBJT

Pementasan seni tradisional yang diagendakan Taman Budaya Jawa Timur (TBJT) selama tahun 2021, dipastikan dalam bentuk virtual. Mengingat pandemi Covid-19 masih belum rampung.

Mulai dari pementasan Wayang Kulit, Ludruk, Dagelan, Ketoprak dan pertunjukan seni tradisional lainnya dijadwalkan ditampilkan melalui kanal-kanal virtual TBJT yang memang sebelumnya sudah dipersiapkan.

“Sepertinya memang seluruh pementasan akan dilakukan secara virtual. Wayang Kulit, Dagelan, Ludruk dan kesenian lainnya akan tetap kami pentaskan. Tetapi secara virtual. Dengan kanal-kanal yang ada,” terang Hario Widyoseno Kasie Penyajian TBJT, Selasa (26/1/2021).

Masyarakat pecinta seni tradisi cukup membuka kanal-kanal media sosial TBJT yaitu melalui Instagram @_cakdurasim dan YouTube Cak Durasim untuk dapat menyaksikan pagelaran-pagelaran yang sudah terjadwal sebelumnya.

Pandemi Covid-19 yang memang belum selesai, kata Hario menjadi satu di antara alasan dilaksanakannya pementasan berbagai seni tradisional yang diagendakan TBJT secara virtual.

“Pandemi Covid-19 belum selesai. Ketentuan PPKM satu di antaranya dilarang berkerumun atau bergerombol. Maka pilihan kami adalah tetap menggelar pentas seni tetapi dikemas dalam bentuk virtual. Soal apakah live atau taping, itu juga jadi pertimbangan. Tapi secara keseluruhan digelar virtual,” kata Hario.

Dari evaluasi yang sudah dilakukan, lanjut Hario penampilan atau pementasan virtual punya kendala tersendiri yang memang sulit dicarikan solusinya. Pementasan virtual secara live maupun taping memang terkesan kehilangan interaktif dengan penontonnya.

“Untuk beberapa pagelaran memang muncul kendala. Dagelan misalnya, para pemain mengeluhkan tidak adanya interaktif bersama penonton. Padahal bagi para seniman interaktif itu memberikan energi bagi pementasan. Ini yang sulit memang,” ujar Hario.

Namun demikian Hario percaya bahwa pada waktunya nanti hal itu akan menjadi sesuatu yang biasa seiring berjalannya waktu. “Kami percaya bahwa Seniman memiliki kemampuan beradaptasi pada keadaan sangat bagus,” pungkas Hario. (tok/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs