Minggu, 14 Agustus 2022

Lion King jadi Inspirasi Menangi Best Performance dalam Jember Fashion Carnival

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Busana karya Samuel Albert Mulyono mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Ubaya menangi Best Performance pada Jember Fashion Carnaval (JFC) 2021. Foto: Humas Ubaya

Terinpsirasi dari sosok dalam film Lion King, Samuel Albert Mulyono mahasiswa Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya), sabet penghargaan Best Performance dalam pagelaran tahunan fashion on the street, Jember Fashion Carnaval (JFC) tahun 2021. JFC 2021 mengusung tema Virtue Fantasy, yang menampilkan 9 defile yaitu Lion, Komodo, Flamingo, Sea Dragon, Dragonfly, Elephant, Unicorn, Dove, dan Honey Bee.

Mahasiswa semester tiga Program Kekhususan Desain Fashion dan Product Lifestyle FIK Ubaya ini menyampaikan jika ide awal pembuatan desain kostum terinspirasi dari karakter Singa sang Raja Hutan. Melalui karyanya tersebut, Samuel ingin menampilkan sosok Singa sang Raja Hutan yang berani dan berkuasa sebagai pemimpin.

“Terinspirasi Lion King. Ada sosok Singa yang kuat dan tangguh. Itu sangat menginspirasi,” terang Samuel sapaan Samuel Albert Mulyono, Senin (3/1/2022).

Karya Samuel memang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan karya-peserta lain pada pagelaran JFC 2021 kali ini. Karya Samuel menonjolkan ciri khas yang kuat pada desain kostum dan aksesoris yang digunakan. Kostum dan aksesoris yang dipakai Samuel kali ini memiliki tinggi kurang lebih 4 meter dan berat sekitar 50 kilogram.

“Penghargaan best performance kategori senior dalam pagelaran Jember Fashion Carnaval 2021 yang dinilai berdasarkan performance dalam peragaan busana dan desain kostum yang memang dinilai sangat bagus. Dewan juri menilai secara keseluruhan dan pada penilaian itu hasilnya bisa dibilang memiliki poin tertinggi,” jelas Samuel.

Tak hanya menyiapkan desain, Samuel juga menjahit dan membuat kostumnya sendiri. Proses pembuatan kostum dilakukan selama kurang lebih dua minggu. Mahasiswa berusia 20 tahun itu menjelaskan bahwa bahan utama pembuatan kostum dari kain taffeta dan bludru yang dominan berwarna cokelat. Samuel juga menambahkan fake fur di beberapa bagian untuk memberikan aksen surai seekor Singa.

Selain itu, kostum yang dibuat hand made tersebut juga mempunyai hiasan kepala unik berbentuk mahkota yang terbuat dari besi. Pada bagian atas mahkota juga terdapat patung Singa berbahan matras yang menunjukkan secara jelas hasil karya berasal dari defile Lion. Total secara keseluruhan berat dari hiasan kepala tersbeut sekurangnya Samuel mengatakan jika berat hiasan kepala ini mencapai hampir 4 kilogram.

“Desain jubah dengan desain agak bersayap untuk memberikan kesan sebagai sosok pemimpin yang berkuasa. Ada juga aksesoris lain berupa topeng Singa yang digunakan pada saat tampil dalam sesi peragaan busana,” papar Samuel.

Samuel yang memang asli Jember ini mengungkapkan bahwa ketertarikannya dengan JFC dimulai sejak kecil saat pertamakali menonton pertunjukkan karnaval. Dari situlah kemudian Samuel makin tertarik untuk bisa mengikuti pertunjukan JFC. Dari keigininan dan ketertarikan itu juga Samuel mengaku telah terlibat dalam pembuatan kostum khusus untuk perhelatan JFC sejak dirinya masih duduk di bangku kelas tiga SMA.

“Setiap tahun selalu ikut kegiatan JFC membuat ingin menjadi designer ternama seperti teman-teman yang lain. Berharap bisa mengikuti jejak Dynand Fariz (penggagas JFC) sebagai perancang busana Indonesia yang mendunia karena hasil karyanya yang selalu mengusung pesona Nusantara. Keinginan itu juga terus ingin aku wujudkan,” pungkas Samuel.(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
24o
Kurs