Cerita dalam pertunjukan balet itu, kata dia, juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga dan sahabat menjadi kekuatan yang membantu seseorang bangkit menghadapi masa sulit, sekaligus mengajarkan pentingnya menerima diri sendiri untuk menjadi pribadi yang seutuhnya.
“Kisah ini juga memiliki makna bahwa kebenaran pada akhirnya akan mengalahkan keserakahan dan penindasan, sementara pengkhianatan tidak pernah membawa kebahagiaan,” ucapnya.
Ia mengatakan, pertunjukan seni balet itu tidak hanya mengedepankan teknik, tetapi juga penceritaan dan kreativitas artistik.
Hal itu menurutnya, menunjukkan bahwa balet mampu dikemas secara modern dan tetap relevan bagi penonton dari berbagai usia.
“Sebuah pertunjukan yang bukan hanya layak diapresiasi, tetapi juga menjadi salah satu produksi ballet yang berkesan,” ujarnya.
Seperti diketahui, pertunjukan seni balet di Gedung Cak Durasim Surabaya itu merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memperingati 25 tahun sekolah balet tersebut. Dalam persembahannya, dimeriahkan oleh ratusan penari dari usia 3 tahun hingga 40 tahun. (ris/saf/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

