Rabu, 1 Juli 2026

5 Faktor yang Bisa Membuat Gula Darah Naik saat Bepergian, Penderita Diabetes Wajib Tahu

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi wisatawan yang sedang melintas di area bandara. Foto: Kemenpar

Bepergian, baik untuk liburan maupun urusan pekerjaan, dapat memengaruhi kestabilan kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Perubahan rutinitas seperti jadwal makan, pola tidur, hingga perpindahan zona waktu membuat tubuh harus beradaptasi sehingga pengendalian kadar glukosa menjadi lebih menantang.

Sejumlah ahli gizi mengingatkan bahwa perencanaan sebelum perjalanan menjadi langkah penting untuk menjaga gula darah tetap stabil.

Selain membawa obat dan perlengkapan pemantauan, pelancong juga disarankan mempertahankan pola hidup sehat selama berada di perjalanan.

Dilansir dari Antara, berikut lima faktor yang dapat memengaruhi kadar gula darah saat bepergian:

1. Perubahan zona waktu
Perpindahan zona waktu dapat mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang berperan dalam mengatur berbagai hormon, termasuk insulin.

Lisa Young ahli gizi mengatakan, kondisi tersebut dapat memengaruhi pengaturan gula darah, terutama bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat dengan jadwal tertentu.

“Perjalanan, terutama melintasi zona waktu, dapat mengganggu gula darah karena mengacaukan jam biologis tubuh,” ujar Young.

Karena itu, penderita diabetes disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum bepergian agar jadwal penggunaan obat maupun insulin dapat disesuaikan dengan aman.

2. Jadwal makan yang tidak teratur
Perjalanan sering kali menyebabkan waktu makan berubah akibat keterlambatan transportasi atau terbatasnya pilihan makanan.

Menurut Young, melewatkan waktu makan dapat menyebabkan kadar gula darah turun, sedangkan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi karbohidrat berpotensi memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba.

Untuk mengantisipasinya, ia menyarankan membawa camilan sehat seperti kacang-kacangan, keju rendah lemak, atau potongan sayuran agar kebutuhan energi tetap terpenuhi selama perjalanan.

3. Stres selama perjalanan
Kemacetan, antrean panjang, atau jadwal transportasi yang berubah dapat memicu stres.

Maggie Bell ahli gizi menjelaskan, kondisi tersebut meningkatkan produksi hormon kortisol yang mendorong hati melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah sehingga kadar gula darah dapat meningkat.

Bell menyarankan pelancong menyediakan waktu perjalanan yang cukup longgar serta melakukan teknik relaksasi sederhana, seperti latihan pernapasan, untuk membantu mengendalikan stres.

4. Kurang tidur
Gangguan tidur akibat jet lag maupun lingkungan baru juga dapat memengaruhi pengendalian gula darah.

Toby Smithson ahli gizi mengatakan, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit menjaga pola makan, lupa memeriksa gula darah, hingga lebih sering mengonsumsi makanan tinggi gula sebagai sumber energi instan.

Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan kurang tidur dapat menurunkan sensitivitas insulin sehingga tubuh menjadi kurang efektif mengendalikan kadar glukosa.

5. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan menjadi faktor lain yang dapat meningkatkan konsentrasi gula dalam darah.

Hennis Tung ahli gizi menjelaskan, dehidrasi sering terjadi selama perjalanan, terutama saat menggunakan pesawat karena udara kabin yang cenderung kering.

Kondisi tersebut dapat disertai gejala seperti sakit kepala, tubuh lemas, dan mulut kering.

Untuk mencegahnya, ia menyarankan membawa botol minum yang dapat diisi ulang dan minum air putih secara berkala selama perjalanan.

Selain memperhatikan lima faktor tersebut, para ahli juga menyarankan menyusun jadwal makan sebelum berangkat, membawa camilan bergizi, menjaga kecukupan cairan, rutin bergerak setelah duduk dalam waktu lama, serta mengupayakan jadwal tidur yang tetap konsisten. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 1 Juli 2026
22o
Kurs