Jumat, 14 Agustus 2026

Dalami Terapi Musik untuk Perawatan Pasien, Mahasiswa FK Unair Belajar ke Tailan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Mahasiswa FK Unair menjalani program Music in Healthcare di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol, Thailan. Foto: FK Unair

Enam mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memperdalam penggunaan terapi musik dalam perawatan pasien di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Universitas Mahidol, Tailan.

dr. Annette d’Arqom, Deputy of Student Mobility Office of International Affairs (OIA) FK Unair mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam mengenalkan pendekatan kedokteran holistik, dengan menggabungkan ilmu medis, seni, dan aspek psikososial dalam mendukung proses perawatan pasien.

“Selain memperluas cakrawala akademik, program ini menjadi upaya dalam mengintegrasikan keahlian klinis dengan pemahaman kedokteran holistik yang berstandar internasional,” katanya, Jumat (14/8/2026).

Selama mengikuti program, mahasiswa mendapat pendampingan dari Puchong Chimpiboon, Terapis Musik Tingkat Profesional Senior di Siriraj Palliative Care Center, untuk melakukan observasi klinis di dua unit layanan kesehatan, yakni Siriraj Palliative Care Center dan Siriraj Applied Thai Traditional Medicine.

Di Siriraj Palliative Care Center, mahasiswa mempelajari pemanfaatan suara dan musik untuk membantu mengurangi kecemasan serta mendampingi pasien yang berada dalam fase paliatif.

Sementara di Siriraj Applied Thai Traditional Medicine, mereka mempelajari bagaimana pengobatan tradisional dan pendekatan holistik dapat diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan modern.

Pengalaman tersebut, kata dia, memberikan gambaran bahwa perawatan pasien tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga dapat mempertimbangkan kondisi emosional, psikologis, dan sosial pasien.

Ia mengatakan, pembelajaran juga diperluas melalui observasi langsung di sejumlah pusat perawatan lansia di Bangkok. Mahasiwa mengunjungi SPLA Elderly Medical Center dan Ilada Health Care di wilayah Bangkok Noi. Di kedua fasilitas tersebut, mahasiswa mengamati pelaksanaan terapi musik, serta berbagai kegiatan sosial yang melibatkan penghuni lansia dan pasien rehabilitasi pasca-stroke.

Suci Rahmawati, perwakilan mahasiswa FK Unair mengatakan, kunjungan tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung penerapan pendekatan multidisiplin dalam perawatan pasien.

“Di kedua pusat perawatan medis berfasilitas modern tersebut, kami mengamati serta berinteraksi secara langsung dalam sesi terapi musik,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem perawatan lansia berbasis multidisiplin yang melibatkan berbagai tenaga kesehatan, mulai dari spesialis geriatri, fisioterapis, okupasi terapis, hingga praktisi akupunktur.

Seperti diketahui, program Music in Healthcare tersebut dijalankan FK Unair untuk mengenalkan mahasiswa pada praktik integrative healthcare, yakni pendekatan yang menggabungkan layanan medis dengan metode pendukung untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup pasien.(ris/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Jumat, 14 Agustus 2026
28o
Kurs