Anak juga memiliki diameter saluran napas lebih kecil, bernapas lebih cepat, serta memiliki kebutuhan ventilasi udara per kilogram berat badan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa.
“Partikel inilah yang paling berbahaya bagi anak, terutama PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron, jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain itu, anak cenderung lebih banyak beraktivitas di luar ruangan dan lebih sering bernapas melalui mulut. Kondisi itu dapat meningkatkan paparan polutan ketika kualitas udara memburuk.
Ia menyampaikan bahwa paparan partikel kasar PM10 menyebabkan iritasi saluran pernapasan atas, sedangkan PM2,5 menyebabkan gangguan saluran pernapasan bawah. Senyawa lain yang terkandung di asap juga berpotensi mengganggu fungsi tubuh.
“Aldehida, salah satu senyawa dalam asap, bahkan dilaporkan dapat melumpuhkan silia di saluran napas, sementara karbon monoksida dan nitrogen oksida mengganggu fungsi hemoglobin,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

